Pemerintah Aceh

Kodim 0101/Kota Banda Aceh Gelar Binkom Cegah Konflik Sosial

1438
Waas Intel Kasad Bidang Jemen Intel Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva S.I.P., M.Han. membuka kegiatan Binkom Cegah konflik sosial, yang berlangsung di Gedung Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (15/11/2023) FOTO/ DJ88

posaceh.com, Banda Aceh – Komando Distrik Militer 0101/Kota Banda Aceh mengelar Pembinaan Komunikasi (Binkom) cegah konflik sosial dan peran seluruh komponen masyarakat dalam mencengah Konflik Sosial di wilayah hukum Kodim 0101/KBA.

Kegiatan yang melibatkan seluruh komponen baik itu pemuda, generasi Gen Z serta tokoh masyarakat dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, dibuka secara resmi oleh Waas Intel Kasad Bidang Jemen Intel Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva S.I.P., M.Han. yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (15/11/2023).

Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin SE MSi sedang memberikan sambutan pada kegiatan Binkom cegah konflik, yang berlangsung di Gedung Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (15/11/2023) FOTO/ DJ88

Dalam sambutannya, Brigjen Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva mengatakan, program pembinaan komunikasi (Binkom) merupakan program yang diperintahkan langsung oleh kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agus Subiyanto SE MSi, guna untuk mencegah konflik sosial atau yang terjadi di Provinsi Aceh.

“Dengan adanya program Binkom ini, kita semua bisa saling tukar menukar pikiran, sehingga Aceh khususnya Banda Aceh bisa menjadi biro meter di Indonesia dengan kota penuh kedamaian, tanpa ada Konflik sosial,” katanya.

Untuk itu, Ia meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.
“Dan selalu bekerjasama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, terutama di Aceh,” pintanya.

Brigjen Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva
menambahkan, kegiatan ini diharapkan bukan hanya sekedar sebuah program, tetapi harus ada dukungan timbal balik untuk membangun satu visi misi dan menyamakan persepsi dalam satu bhinekatunggal ika untuk mencegah segala konflik yang terjadi.

“Maka, mari kita bersama-sama untuk menjaga kedamaian dan Ketentraman di Provinsi Aceh. Sehingga kedepan, negara Indonesia semakin maju dan menjadi negara yang terhormat,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin SE MSi mengungkapkan terima kasih kepada Dandim 0101/KBA yang telah melaksanakan pembinaan komunikasi (Binkom) cegah Konflik Sosial di kota Banda Aceh dan kegiatan Ini sangat positif secara khsusus sebagai kota tua yang telah berusia 818 tahun.
“Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi kota Banda Aceh sangat kondusif, hingga proses pembangunan berjalan dengan lancar,” katanya.

Waas Intel Kasad Bidang Jemen Intel Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva bersama Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin foto bersama dengan peserta Binkom Cegah konflik sosial, bertempat di Gedung Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (15/11/2023) FOTO/ DJ88

Menurutnya, Binkom cegah konflik ini dilaksanakan pada saat yang tepat, karena dalam kondisi yang kondusif sebagai upaya pencegahan. Pemerintah Kota Banda Aceh memandang kegiatan ini sangat essensial dalam menjalan roda pembangunan.

“Logikanya sederhana, tak ada pembangunan yang dapat berjalan dalam kondisi konflik, sebab tatanan sosial, budaya, ekonomi dan konstruksi sumber daya manusia juga akan rusak akibat konflik,” paparnya.

Ia menyebutkan, Pemko Banda Aceh patut bersyukur berkat kerja keras Kodam Iskandar Muda dan Polda Aceh serta berkat dukungan dari semua komponen masyarakat, Banda Aceh tidak termasuk dalam daerah yang memiliki kerawanan tertinggi dalam penyelenggaraan pemilihan umum(pemilu) 2024 berdasarkan indeks kerawanan pemilu (IKP) dan badan pengawas pemilu (Bawaslu).

“Namun, bukan berarti Banda Aceh bebas dari potensi konflik sosial. Makanya penting sosialisasi toleransi antar umar beragama, demi mencegah konflik sosial,” sebut Amiruddin.

Selain itu, pencegahan Konflik sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab moral.

“Oleh karena itu, upaya untuk mencegah terjadinya konflik sosial merupakan langkah strategis, untuk menjaga stabilitas keamanan tetap kondusif dan terjaga,” ungkap Amiruddin. (Dj88)

Exit mobile version