posaceh.com, Jakarta — PT Kia Sales Indonesia menyiapkan sejumlah model kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) untuk pasar Indonesia.
Rencana tersebut disiapkan di tengah pembahasan pemerintah mengenai pemberian insentif bagi kendaraan elektrifikasi.
VP Operation Kia Sales Indonesia Harry Yanto mengatakan, perubahan kebutuhan konsumen mendorong permintaan terhadap kendaraan yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.
Perseroan pun menyiapkan produk yang disesuaikan dengan perkembangan preferensi pasar.
“Produk yang disiapkan tidak hanya kendaraan listrik murni atau EV, tetapi juga kendaraan hybrid electric vehicle. Kami juga membuka kemungkinan untuk menghadirkan kendaraan plug-in hybrid,” ujar Harry dikutip Minggu (1/11/2026).
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih merumuskan skema insentif untuk kendaraan hibrida.
Kebijakan tersebut turut mencakup kendaraan PHEV dan range extended electric vehicle (REEV).
Pembahasan teknis mengenai kebijakan tersebut telah melibatkan sejumlah kementerian terkait.
Namun, pemerintah masih mengkaji besaran insentif yang akan diajukan sebelum skema tersebut ditetapkan.
Selain dukungan fiskal, Kemenperin juga mengusulkan sejumlah fasilitas nonfiskal. Bentuk dukungan tersebut antara lain pengecualian aturan ganjil genap, penyederhanaan administrasi, serta penyediaan fasilitas parkir khusus.
Di sisi lain, Kia mulai mengembangkan produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.
Kia Carens EV menjadi model pertama perseroan yang diproduksi secara lokal di fasilitas milik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang, Jawa Barat.
Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Kia Carens EV saat ini telah melampaui 40%.
Merek asal Korea Selatan itu juga menargetkan kandungan lokal model tersebut mencapai 60% mulai Januari 2027, mengikuti peta jalan pengembangan kendaraan listrik pemerintah.
“Kami terus mengejar target yang ditetapkan pemerintah 60% mulai Januari 2027. Bahkan, sebelumnya telah disampaikan bahwa TKDN berpotensi untuk mencapai 80%,” jelasnya.
Harry menjelaskan, Kia Carens EV menggunakan baterai berbasis nikel yang diproduksi di dalam negeri.
Sel baterai tersebut berasal dari fasilitas PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, perusahaan patungan Hyundai dan LG Energy Solution, di Karawang, Jawa Barat.(Muh/*)











