Olahraga

Keuchik Muslim Siap Maju sebagai Calon Ketua Asprov PSSI Aceh 2026

22
×

Keuchik Muslim Siap Maju sebagai Calon Ketua Asprov PSSI Aceh 2026

Sebarkan artikel ini
Exco Bidang Kompetisi PSSI Aceh, Keuchik Muslim MS SE CPLA. FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh – Exco Bidang Kompetisi PSSI Aceh, Keuchik Muslim MS SE CPLA, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh pada Kongres Asprov PSSI Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Keuchik Muslim yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Aceh Besar itu menegaskan tekadnya untuk mendorong kemajuan sepak bola Aceh melalui pembenahan sistem kompetisi, peningkatan kesejahteraan pelaku sepak bola, serta penguatan pembinaan usia dini.

Menurutnya, pengalaman yang dimiliki dalam pengelolaan sepak bola di tingkat kabupaten maupun provinsi menjadi modal penting untuk membawa organisasi sepak bola Aceh ke arah yang lebih profesional dan berorientasi pada prestasi.

“Jika diberi amanah, fokus utama kami adalah membenahi sistem kompetisi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku sepak bola Aceh. Kami ingin Liga 4 tidak hanya menjadi ajang bertanding, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang nyata bagi pemain muda Aceh,” ujar Keuchik Muslim, di Banda Aceh, Selasa (23/6/2026).

Sebagai bentuk komitmennya, ia berjanji akan memberikan hadiah berupa trofi dan uang pembinaan bagi klub yang berhasil meraih posisi juara satu hingga juara empat pada kompetisi Liga 4. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan motivasi klub sekaligus mendukung pembinaan pemain secara berkelanjutan.

Tidak hanya itu, Keuchik Muslim juga berencana memberikan uang pembinaan untuk ajang Piala Soeratin kelompok umur U-17, U-15, dan U-13 guna memperkuat sistem pembinaan berjenjang dari usia dini hingga remaja.

Ia menilai pembinaan usia muda merupakan fondasi utama dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Pembinaan harus dimulai sejak dini. Karena itu, kami ingin memastikan kompetisi usia muda mendapatkan perhatian yang serius agar lahir generasi pesepak bola Aceh yang berprestasi,” katanya.

Dalam program yang diusungnya, Keuchik Muslim juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan perangkat pertandingan. Ia berkomitmen agar honor wasit pada kompetisi Liga 4 dapat dibayarkan segera setelah pertandingan selesai sebagai bentuk penghargaan terhadap profesionalisme mereka.

Selain pembenahan kompetisi, ia juga merencanakan penyelenggaraan Turnamen Piala Asprov PSSI Aceh yang akan mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Turnamen tersebut diharapkan menjadi wadah kompetisi yang lebih luas sekaligus sarana pembinaan bagi talenta-talenta sepak bola daerah.

Lebih lanjut, Keuchik Muslim turut mengajak seluruh Askab dan Askot PSSI se-Aceh, klub peserta Liga 4, serta insan sepak bola lainnya untuk bersama-sama membangun sepak bola Aceh yang lebih baik.

“Sepak bola Aceh butuh kolaborasi. Mari kita satukan visi untuk membawa PSSI Aceh ke arah yang lebih maju, transparan, dan berprestasi,” tutupnya.(Why)