posaceh.com, Jakarta – Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Iswadi, Akademisi yang juga Politisi muda berdarah Aceh memuji dan memberikan apresiasi kepada Airlangga Hartarto terkait kerja dan keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi Covid-19.
Iswadi menilai kebijakan yang ditempuh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dan langkah-langkah penyelamatan ekonomi yang diambil pemerintahan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dalam menghadapi pandemi Covid-19 sangat tepat.
“Sudah sangat tepat pemerintah telah menunjuk Airlangga Hartato, ia memahami betul jika ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor konsumsi” Kata Iswadi.
Ketau SPBI Iswadi mengatakan selama ini bantuan yang diberikan kepada masyarakat, seperti Kartu Prakerja hingga bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja bergaji di bawah Rp. 5 juta yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, mampu meningkatkan konsumsi masyarakat.
“Kalau tahun ini pertumbuhan ekonomi bisa empat persen, maka pertumbuhan ekonomi kita sudah seperti dulu lagi, dan besok mungkin sudah bisa nol persen dan pemerintah saya rasa berhasil karena pattern-nya sudah ketemu,” ujar Iswadi.
Iswadi juga mengatakan selain memberikan apresiasi Iswadi juga memberikan masukan kepada pemerintah. Ia menuturkan pemerintah perlu belajar dari teknokrat pada masa orde baru (orba) yang mengatakan pada kondisi terburuk sekalipun pemerintah harus mampu mengambil kebijakan yang bagus.
“Ini sejalan dengan optimismenya terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2021, berdasar karakter perekonomian Indonesia, maka yang patut dijaga daya beli masyarakat untuk meningkatkan konsumsi,” katanya
Pembina Yayasan Al-Mubarrak Fil-Ilmi juga mengatakan, selain itu, pemerintah perlu memperhatikan pula barang-barang kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan akses yang mudah dan murah.
“Masyarakat tidak perlu panik menghadapi situasi. Dan, harus percaya dengan kerja-kerja pemerintah dalam menangani resesi ini,” tambah Putra kelahiran Desa Mesjid Laweueng, Pidie Aceh tersebut
Iswadi juga mengingatkan pemerintah akan pertarungan antara kementerian dengan lembaga, yang dalam hal ini adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia meminta wacana BI yang dikabarkan akan dikendalikan pemerintah dan peran dan fungsi OJK ditarik ke BI untuk ditunda sementara sampai perekonomian Indonesia benar-benar bebas dari dampak pandemi Covid-19.
Alasannya, saat ini Kemenkeu, BI, OJK, ditambah dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sedang bahu-membahu mengatasi krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.
“Tentang rencana perubahan BI ditarik ke pemerintah dan OJK ditarik ke BI, menurut saya itu bad policies. Kalau mau diubah 2-3 tahun setelah Covid-19 selesai. Karena masa peralihan dulu ketika BI ke OJK butuh dua tahun. Saya khawatir juga begitu. Saya harap bisa menahan diri dalam situasi seperti hari ini. (Harmadi/Rel)











