Daerah

Ketua MPD Banda Aceh: Pengawasan Kurikulum Kunci Wujudkan Pendidikan Berkualitas

30
Ketua MPD Kota Banda Aceh Dr Drs H Salman Ishak MSi, mengunjungi sekolah di wilayah Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. FOTO/ DOK MPD KOTA BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh, Dr Drs H Salman Ishak MSi menegaskan, pengawasan terhadap pelaksanaan kurikulum merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Menurut Salman Ishak, kurikulum bukan sekadar dokumen pembelajaran, melainkan pedoman utama yang mengarahkan seluruh proses pendidikan dalam membentuk generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki keterampilan sesuai tuntutan perkembangan zaman.

“Pengawasan kurikulum harus dilakukan secara berkesinambungan agar pelaksanaan pembelajaran benar-benar berjalan sesuai tujuan pendidikan. Yang kita awasi bukan hanya administrasi, tetapi bagaimana kurikulum diterapkan secara nyata di dalam kelas sehingga memberikan manfaat bagi peserta didik,” ujarnya, di Banda Aceh, Selasa (14/7/2026).

Ia mengatakan, keberhasilan implementasi kurikulum sangat bergantung pada komitmen seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, pengawas, hingga dukungan orang tua. Karena itu, sinergi semua pihak menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif.

Menurutnya, sekolah harus mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, etika, serta kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

“Kita ingin lulusan sekolah tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Itulah esensi dari pendidikan yang sesungguhnya,” kata Salman.

Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai pintu masuk bagi peserta didik untuk mengenal budaya sekolah dan membangun semangat belajar sejak hari pertama.

Menurutnya, MPLS harus menjadi media pembentukan karakter yang dilaksanakan secara edukatif, menyenangkan, dan menghormati hak-hak peserta didik.

“MPLS bukan lagi ajang yang identik dengan kegiatan yang memberatkan siswa. Sebaliknya, kegiatan ini harus menjadi ruang untuk mengenalkan lingkungan sekolah, membangun rasa percaya diri, memperkuat motivasi belajar, dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan serta tanggung jawab,” jelasnya.

Pengurus MPD Kkota Banda Aceh, mengunjungi sekolah di wilayah Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. FOTO/ DOK MPD KOTA BANDA ACEH

Salman menegaskan, seluruh sekolah harus memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung tanpa praktik perundungan, kekerasan, maupun tindakan yang dapat merendahkan martabat peserta didik baru.

“Anak-anak harus merasa aman dan nyaman sejak hari pertama mereka memasuki sekolah. Lingkungan yang positif akan membentuk semangat belajar yang tinggi dan menciptakan hubungan yang harmonis antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing. Guru, menurutnya, tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter peserta didik.

“Keteladanan guru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan. Apa yang dilakukan guru setiap hari akan menjadi contoh yang diikuti oleh peserta didik,” ujarnya.

Selain sekolah, Salman menilai keterlibatan orang tua juga sangat menentukan keberhasilan implementasi kurikulum. Ia berharap komunikasi antara sekolah dan keluarga terus diperkuat agar proses pendidikan berjalan selaras.

“Ketika sekolah dan orang tua memiliki visi yang sama dalam mendidik anak, maka hasil pendidikan akan lebih optimal. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas sekolah semata,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Kota Banda Aceh terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berlandaskan nilai-nilai agama, budaya, dan karakter bangsa.

Lebih lanjut, Salman mengajak seluruh peserta didik baru untuk menjadikan masa sekolah sebagai kesempatan mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah dan bangsa.

“Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, hormati guru dan orang tua, serta bangun karakter yang baik. Pendidikan adalah bekal terbaik untuk meraih masa depan yang gemilang,” tutup Salman.(Why)

Exit mobile version