Parlementaria

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh: Perempuan Miliki Peran Besar untuk Penguatan Sektor Ekonomi

1858
×

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh: Perempuan Miliki Peran Besar untuk Penguatan Sektor Ekonomi

Sebarkan artikel ini
FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Tati Meutia Asmara SKH MSi, pada pelatihan manajemen keorganisasian bagi 53 muslimah pengusaha yang berlangsung selama tiga hari pada Jumat-Minggu, 18-20 Juni 2020 di Hasan Mart, Kecamatan Banda Raya.

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Tati Meutia Asmara SKH MSi, mengatakan, perempuan memiliki peran besar yang signifikan untuk melakukan penguatan di bidang ekonomi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Salah satunya melalui forum organisasi perempuan yakni Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Aceh dan forum-forum majelis taklim.

Hal tersebut disampaikan Tati Asmara saat memberikan sambutan pada pelatihan manajemen keorganisasian bagi 53 muslimah pengusaha yang berlangsung selama tiga hari pada Jumat-Minggu, 18-20 Juni 2020 di Hasan Mart, Kecamatan Banda Raya.

Pelatihan tersebut menerapkan protokol kesehatan. Para peserta diwajibkan memakai masker serta menjaga jarak selama mengikuti pelatihan.

Menurut Tati, pandemi telah memberi dampak yang besar di sektor ekonomi. Di sisi lain kata dia, kondisi ini harus diselaraskan dengan peningkatan spiritualitas, khususnya di tataran akar rumput yang melibatkan perempuan di majelis taklim.

“Pelatihan ini saya yakini bahwa kekuatan pergerakan itu tidak mungkin terjadi jika tidak dibangun dengan manajemen organisasi yang baik,” katanya.

Politisi PKS ini juga menyebutkan, dua tema besar yang diambil pada pelatihan tersebut, yakni terkait perencanaan dan manajemen organisasi serta pengelolaan manajemen konflik dalam organisasi.

“Untuk mengaktualisasikan perempuah di wadah besar, PR-nya banyak, salah satunya bisa dengan mengikuti pelatihan-pelatihan keorganisasian supaya bisa memenej organisasi itu lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap kepada seluruh peserta, paska pelatihan output yang dihasilkan nantinya menjadikan para pengusaha muslimah menjadi lebih baik dalam memenej organisasi yang geluti pada bidangnya masing-masing.

Oleh karenanya, lewat wadah besar atau organisasi perempuan seperti IPEMI dan forum majelis taklim, perempuan dapat mengaktualiasikan dirinya untuk berani tampil dan lebih maju.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB, Cut Azharida, yang juga hadir dalam forum itu mengatakan, pelatihan keroganisasian bagi perempuan sangatlah penting, karena dalam pelatihan tersebut dilatihka agar dapat mengaktualisasikan dan menggali potensi dirinya khususnya dalam mengatur organisasi.

“Kita berharap perempuan ini lebih maju dan tampil serta aktif dalam memenej organisasi. Karena bukan lelaki saja bisa memimpin organisasi, tetapi perempuan juga bisa menjadi pemimpin dalam beroganisasi,” tutur Azharida.(Adv)