posaceh.com, Calang – Ketua Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Kabupaten Aceh Jaya, Hamdani mengatakan bahwa peredaran Narkoba itu semakin menakutkan dan begitu juga efek dari barang haram tersebut makin mematikan.
“Ya menakutkan karena peredarannya semakin luas yang mengenai hampir semua strata sosial masyarakat,” ujar Hamdani, saat melakukan Saweu Sikula dengan Giat AMALAN (Aksi MencegAh dan MeLAwan Narkoba) di SMP Unggul Calang Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya, Senin (26/4/2021).
Ketua IKAN Kabupaten Aceh Jaya, Hamdani meneranfkan bahwa program Saweu Sikula dengan Giat AMALAN fokuskan di 5 sekolah yakni 3 SMAN dan 2 SMP di Aceh Jaya, dan ini merupakan sekolah yang keempat yang kami lakukan kunjungan.
Menurutnya, Narkoba menakutkan dan ada kasus yang menyeret satu keluarga besar (mulai dari anak sampai kakek nenek) dan itu terjadi di Aceh. Narkoba bisa mematikan perjalanan dalam meraih kemenangan, kesuksesan dan kebahagiaan.
“Bisa saja mati karir, putus sekolah, masuk rumah sakit, diberhentikan kerja/dinas (di-PHK), suramnya masa depan dan menuju pemakaman akhir (kuburan),” tuturnya.
Untuk itu, Hamdani berpesan kepada siswa sekalian, untuk berhati-hati dalam bergaul, kenali potensi diri (kelebihan dan kekurangan). Apa lagi dengan kondisi zaman yang semakin modern dan canggih. “Jauhi narkoba, karena masa depan mu lebih berharga,” pungkas Hamdani.
Dalam kesempatan itu hadir beberapa pengurus IKAN, diantaranya Tgk. Kafrawi menambahkan pemahaman bahaya narkoba berdasarkan perspektif agama Islam. Apapun jenisnya narkoba sesuatu yang dilarang oleh syariat dan membawakan banyak muzarat bagi yang menggunakannya.
Disamping itu juga memunculkan kriminal-kriminal baru yang diakibatkan oleh penyalahgunaan narkoba. “Jadi semua tak terkecuali baik muda maupun tua jauhi dan jangan pernah berteman dengan narkoba,” pungkasnya.
Sementar itu, Kepala Sekolah SMP Unggul Calang, Viza Suhanna menyatakan bahwa sekolah yang ia pimpin sangat mendukung dan apresiasi Giat AMALAN di Sekolah. Apalagi giat ini sangat sesuai dan membantu pembentukan karakter siswa-siswi selama bulan Ramadhan 1442 H.(MarDG/Rel)
