Daerah

Ketua DWP Aceh Besar Hadiri Peluncuran Buku dan Film Animasi “Araf dan Panglima Laot”

12
×

Ketua DWP Aceh Besar Hadiri Peluncuran Buku dan Film Animasi “Araf dan Panglima Laot”

Sebarkan artikel ini
Rolly Afriansyah, S.Ds menyerahkan karyanya kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Besar Ny. Nurbaiti Bahrul Jamil usai peluncuran buku dan film animasi karya Rolly Afriansyah, S.Ds berjudul “Araf dan Panglima Laot” di Mini Studio Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (25/9/2026). FOTO/M. HERIZAL

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Besar Ny. Nurbaiti Bahrul Jamil menghadiri peluncuran buku dan film animasi karya Rolly Afriansyah, S.Ds berjudul “Araf dan Panglima Laot” di Mini Studio Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (25/9/2026).

Karya tersebut mendapat dukungan melalui program fasilitasi Dana Hibah Dana Indonesia Raya Tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Buku dan film animasi itu mengangkat perjalanan tokoh Araf dalam mengenal sosok Panglima Laot serta memahami pentingnya menjaga laut, menghormati adat, peduli terhadap sesama, dan mencintai lingkungan.

Peluncuran tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo ) Aceh Besar Imam Munandar, S.TP, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Cut Jarita Susanti, S.Pd, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Aceh Dr. Ratri Candrasari, M.Pd, para dosen ISBI Aceh, serta sejumlah undangan lainnya.

Rolly Afriansyah, S.Ds merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. Melalui karya tersebut, ia mengemas nilai budaya dan kearifan lokal Aceh dalam bentuk buku serta film animasi yang ditujukan agar lebih mudah diterima dan dipahami oleh anak-anak.

Ketua DWP Aceh Besar Ny. Nurbaiti Bahrul Jamil mengapresiasi peluncuran buku dan film animasi tersebut. Menurutnya, kehadiran karya dalam dua media dapat menjadi sarana edukasi yang menarik bagi anak-anak, khususnya dalam mengenalkan budaya Aceh dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami menyambut baik hadirnya kisah ini dalam dua media, yaitu buku dan film animasi. Melalui buku, anak-anak dapat membangun kebiasaan membaca, mengembangkan imajinasi, dan memperluas pengetahuan. Sementara melalui film animasi, pesan tentang budaya, adat, dan lingkungan dapat disampaikan secara visual dengan cara yang menarik dan dekat dengan perkembangan dunia anak-anak saat ini,” katanya.

Nurbaiti berharap “Araf dan Panglima Laot” tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan nilai pendidikan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Aceh dan lingkungan.

“Semoga Araf dan Panglima Laot menjadi bacaan dan tontonan yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi anak-anak. Semoga karya ini turut menumbuhkan budaya membaca, memperkuat kecintaan

Rolly Afriansyah, S.Ds memberikan sambutan pada peluncuran buku dan film animasi berjudul “Araf dan Panglima Laot” di Mini Studio Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (25/9/2026). FOTO/M. HERIZAL

budaya Aceh, serta membangun kepedulian generasi muda terhadap laut dan lingkungan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Rolly Afriansyah, S.Ds menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dana Indonesia Raya Tahun 2025, ARAF, para Panglima Laot, penulis, ilustrator, tim penerbitan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga buku dan film animasi tersebut dapat diwujudkan.

“Semoga buku dan film animasi Araf dan Panglima Laot dapat memberikan manfaat, menjadi bacaan yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi anak-anak, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga laut, melestarikan adat, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap lingkungan dan budaya Aceh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Panglima Laot merupakan lembaga adat yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat nelayan Aceh. Nilai-nilai yang melekat pada lembaga tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan melalui buku dan film animasi tersebut

“Keberadaan Panglima Laot mengingatkan kita bahwa menjaga laut tidak hanya berbicara tentang sumber daya alam, tetapi juga tentang menjaga adat, kebersamaan, kepedulian, dan hubungan manusia dengan lingkungan,” katanya.

Melalui buku dan film animasi tersebut, anak-anak diajak mengenal laut dan kehidupan masyarakat pesisir dengan cara yang dekat dan menyenangkan. Selain mengenalkan Panglima Laot sebagai bagian dari warisan budaya Aceh, karya tersebut juga memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat pesisir.

“Mereka tidak hanya diperkenalkan kepada Panglima Laot sebagai bagian dari warisan budaya Aceh, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai luhur yang hidup di dalamnya,” ungkap Rolly. (Zal)