NewsParlementaria

Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tengah : Nova Iriansyah Terbukti Sukses Sebagai Gubernur dan Ketua Partai

2066
Foto : Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tengah A. Nir Ismail JG

posaceh.com, Banda Aceh – Hajatan Akbar lima tahunan Partai Demokrat akan digelar esok hari, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu (23/9/2021). Hajatan Akbar tersebut dimaksudkan sebagai proses pemilihan ketua partai berlambang bintang mercy tersebut. Dua nama sudah muncul sebagai kandidat ketua DPD Partai Demokrat Aceh yakni Nova Iriansyah dan Muslim.

 

Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tengah, A Nir Ismail yang berhasil dikonfirmasi oleh posaceh.com melalui selulernya, Rabu (22/9/2021) mengatakan, sejatinya Musda V Partai Demokrat Aceh yang diselenggarakan bukan memilih Ketua, namun lebih kepada mengusulkan nama yang memenuhi syarat sebagai calon ketua. “Sebenarnya Musda besok bukan menetapkan Ketua baru, lebih tepatnya kita bersepakat secara bersama mengusulkan nama yang layak menjadi ketua, dan Alhamdulillah saat ini yang layak ada dua nama, yaitu Pak Nova Iriansyah dan Pak Muslim,” sebutnya.

 

Menurut Nir Ismail, baik Nova maupun Muslim keduanya merupakan kader terbaik yang dimiliki Partai Demokrat, tidak sepatutnya para pendukung kedua kubu saling sindir. “Tak perlu saling singgung, keduanya kader partai Demokrat, meskipun secara kapasitas pak Nova sudah terbukti, ia sukses sebagai ketua partai sekaligus sebagai Gubernur,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, hal itu mungkin menjadi bahan pertimbangan DPP Demokrat untuk Nova Iriansyah, sedangkan untuk Muslim ia telah beberapa kali lolos ke Parlemen. “Jadi kita percayakan saja sepenuhnya kepada tim tiga untuk menetapkan ketua,” tuturnya.

 

Ketua DPC PD Aceh Tengah menjelaskan, bahwa setelah musda nanti, nama yang diusulkan akan dipanggil oleh DPP untuk menjalani fit and propertes yang nantinya akan menjadi penentuan siapa yang layak memimpin partai Demokrat Aceh. “Setelah ini masih ada tahapan selanjutnya, yaitu kedua nama tersebut akan menjalani fit and propertes sebagai penentuan akhir, jadi tak perlu gaduh,” jelasnya.

 

Selain itu, ia meminta agar para kader kedua kubu tidak perlu sampai gaduh dalam urusan pemilihan ketua. “Memang ini bagian dari Demokrasi, tapi tetap harus dinamis, karena kita semua merupakan kader partai Demokrat yang harus saling bahu-membahu membangun partai,” pintanya.

 

Aksi saling sindir jika dibiarkan berdampak buruk terhadap elektabilitas partai Demokrat sendiri. “Jangan dibiarkan kondisi ini terus seperti ini, tidak baik untuk partai,” katanya kepada posaceh.com

 

Menurutnya, sebagai kader sepatutnya kita percaya kepada DPP untuk memberikan mandat kepada orang yang tepat. “Mari saling bantu membantu untuk Demokrat, tak perlu gaduh lagi dan mudah-mudahan tim tiga nantinya dapat memberikan mandat ketua DPD kepada yang tepat dan layak, kita akan saling membantu siapapun ketua yang ditetapkan nantinya,” pungkasnya.(Muiz)

 

 

Exit mobile version