Nasional

Ketika Megawati ‘Panas’ dan Geram Kader PDIP Dibajak Jelang Pilpres 2024

2061
×

Ketika Megawati ‘Panas’ dan Geram Kader PDIP Dibajak Jelang Pilpres 2024

Sebarkan artikel ini

posaceh.com – Riuh tepuk tangan kader menggema pada acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-50 PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1). Mereka menyambut sindiran sang ketua umum, Megawati Soekarnoputri terhadap partai politik (parpol) yang membajak kadernya menjelang Pilpres 2024.

Megawati heran ada parpol yang mengusung calon presiden di Pilpres 2024 bukan kader sendiri. Namun, Megawati tidak blak-blakan menyebut nama partai yang dimaksud.

“Orang berpolitik kok lucu ya, kayak gitu. Emang enggak punya kader sendiri? Iya dompleng-dompleng,” sindir Megawati dengan raut wajah kesal.

Dia pun mempertanyakan soal aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pengusungan capres kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Apakah KPU sudah mengeluarkan aturan baru atau masih menerapkan ketentuan lama.

“To, di KPU aturannya sudah lain to? ’Enggak bu masih sama’ jadi samanya gimana to?” kata Megawati menirukan pembicaraan dengan Hasto.

Megawati menegaskan, aturan pencalonan presiden adalah calon presiden dan calon wakil presiden diusung oleh partai atau gabungan partai politik. Namun kenyataannya, ada parpol yang tidak menjalankan aturan tersebut.

“Aturannya ngono, tapi ya kok aneh-aneh, ono wae. Aku sendiri mikir, ini opo to yo, makanya sorry,” ucap Megawati.

“Aduh gawat dah. Kalau kayak gini konotasinya partai kayak enggak punya kader coba bayangin padahal jelas pemilu ada calon itu ada,” imbuhnya.

Presiden kelima RI ini kemudian menyinggung tujuan membangun parpol. Menurut Megawati, sebuah parpol seharusnya mempersiapkan kader internal untuk menjadi pemimpin masa depan.

Dia mencontohkan, di PDIP untuk menjadi kader harus mendaftar dulu ke partai. Lalu ada jenjang masuk struktur partai, kemudian menjadi calon legislatif hingga eksekutif. Maka di PDIP juga ada penggemblengan internal melalui sekolah partai.

“Jadi pertanyaan saya. Mau bikin partai untuk opo. Jangan lupa itu organisasi partai politik. Internal harus mempersiapkan. Saya enggak tahu lain partai gimana persiapkannya kalau di kita jadi kader susah,” tegas Megawati.

Saat ini, banyak partai mendukung kader PDI Perjuangan sekaligus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju di Pilpres 2024. Mereka di antaranya Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tak hanya menyindir parpol, Megawati juga menyinggung kader PDI Perjuangan yang tidak taat pada aturan partai. Kader tersebut sudah diminta untuk mundur dari PDI Perjuangan namun menolak.

“Sekarang saya bikin aturan mundur supaya, ya sudah kalau kamu gitu mundur saja. Ya enggak mau,” ungkap Megawati.

Dengan suara lantang, Megawati meminta kadernya mengikuti garis partai dan menaati arahannya. Kader, kata dia, jangan hanya mendengar tapi tidak melaksanakan perintah.

“Jangan hanya dengar pidato ibu tapi budek. Masukan sini (hati). Kita ini bonding antara ini dan ini (pikiran dan hati), satu. Satu itu terus mancur ke atas. Kenapa? Kita diparingi sama gusti Allah loh. Bisa jadi begini loh,” ujarnya.

Megawati menegaskan tidak segan-segan untuk memecat kader yang tidak mematuhi aturan.

“Jadi kalau saya dengan segala hormat, kalau ada anak buah yang sudah di dalam aturan partainya harus sampai tingkat pemecatan, ya saya teken jret. Jadi jangan bikin tangan ibu ini untuk membuat itu (meneken pemecatan),” ucapnya.(Republika.co.id)