posaceh.com, Kutacane – Kepala SMK Negeri 3 Kutacane, Maisara, bertekad membenahi sekolah yang dipimpinnya meski masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana. Ia berharap dukungan pemerintah dan berbagai pihak dapat membantu meningkatkan kelayakan fasilitas serta kualitas pembelajaran siswa.
Harapan itu disampaikan Maisara kepada media ini, Selasa (20/10/2026), setelah kunjungan Wakil Ketua DPR Aceh, Ali Basrah, dalam agenda Reses III Tahun 2026 di SMK Negeri 3 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (15/10/2026).
Maisara mengungkapkan, kebutuhan mendesak saat ini meliputi mobiler dan perbaikan perpustakaan yang kondisinya sudah tidak layak. Bahkan, untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah masih mengandalkan mobiler melalui mekanisme pinjam pakai.
“Sekolah-sekolah kecil seperti kami juga perlu mendapat perhatian. Bagaimana sekolah bisa berkembang kalau fasilitasnya masih terbatas?” ungkap Maisara.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Terlebih, sebagai sekolah kejuruan, SMK Negeri 3 Kutacane membutuhkan sarana pendukung pembelajaran teori maupun praktik agar keterampilan siswa dapat berkembang secara optimal.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Maisara memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Ia berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap agar siswa mendapatkan lingkungan pendidikan yang lebih layak.
Kunjungan Ali Basrah dalam agenda reses tersebut menjadi angin segar bagi pihak sekolah. Maisara menyebutkan, Ali Basrah telah menyampaikan komitmennya untuk memberi perhatian terhadap pembangunan sekolah, termasuk harapan pengusulan rehabilitasi fasilitas pada 2027.
Selain itu, Ali Basrah disebut berencana memberikan bantuan dari dana pribadi berupa seragam sekolah, buku cerita fiksi, sepatu, komputer, dan laptop untuk mendukung kebutuhan pendidikan siswa.
“Alhamdulillah, beliau sudah menyampaikan akan memperhatikan sekolah kami. Harapan kami, ini menjadi langkah awal agar bantuan dan perhatian dari pihak lain, termasuk Dinas Pendidikan Aceh, juga bisa sampai ke sini,” ujarnya.
Maisara berharap perhatian tersebut berlanjut melalui dukungan nyata dan penanganan kebutuhan sekolah secara bertahap sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran.
Baginya, kemajuan pendidikan tidak bisa diwujudkan oleh sekolah semata, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah dan berbagai pihak terkait. Dengan fasilitas yang lebih memadai, ia optimistis proses pembelajaran dapat meningkat, keterampilan siswa semakin berkembang, dan kepercayaan masyarakat terhadap SMK Negeri 3 Kutacane semakin kuat. (Akbar)











