Nasional

Kementerian PU Relokasi Alur Sungai di Jembatan Enang-Enang

29
Alat berat bekerja untuk mengubah alur sungai di bawah Jembatan Enang-enang, Kabupaten Bener Meriah.FOTO/ Kementerian PU

posaceh.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan komprehensif terhadap Jembatan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh pascabencana alam pada November 2025 lalu.

Akibat bencana itu, lebar sungai yang semula hanya 15 meter telah melebar secara signifikan menjadi 85 hingga 120 meter. Sehingga menyebabkan arus air terus menggerus pondasi jembatan.

Menteri PU, Doddy Hanggodo menegaskan bahwa perubahan alur sungai menjadi langkah yang sangat krusial, untuk melindungi infrastruktur jembatan tersebut.

“Karena itu, selain memperkuat struktur jembatan, juga dilakukan relokasi alur sungai. Agar aliran air tidak lagi langsung menghantam pondasi,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Ditambakan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi penanganan menyeluruh, untuk mempertahankan konektivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Selain penguatan pada jembatan eksisting agar tetap bisa dilalui dengan aman, Kementerian PU juga sedang menyiapkan solusi permanen untuk jangka panjang.

“Kementerian PU juga tengah menyiapkan jembatan shortcut, sebagai solusi permanen di trase baru yang lebih aman dan andal,” tambah Doddy.

Sebelumnya, penanganan sementara juga telah dilakukan melalui gotong-royong, untuk menjaga agar akses transportasi masyarakat di wilayah itu tidak terputus.(Muh/*)

Exit mobile version