Nasional

Kemenkomdigi Gelar Workshop Kreator Informasi Lokal di Banda Aceh

18
×

Kemenkomdigi Gelar Workshop Kreator Informasi Lokal di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kominsa Aceh Dr Edi Yandra SSTP MSP memberikan sambutan pada Workshop Kreator Informasi Lokal, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (12/5/2026). FOTO / ABDUL HADI

posaceh.com, Banda Aceh – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menggelar Workshop Kreator Informasi Lokal dan dibuka oleh Direktur Komunikasi publik Nunik Purwanti, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (12/5/2026).

Dalam sambutannya, Nunik Purwanti mengatakan bahwa di masa pemulihan pascabencana, komunikasi tidak hanya sebatas penyebaran informasi, tetapi juga menjadi alat perlindungan masyarakat serta pemulihan kepercayaan publik.
“Pesan pemerintah tidak akan sampai jika hanya bersifat one way atau satu arah. Karena itu dibutuhkan komunikasi interaktif dua arah yang melibatkan masyarakat lokal secara langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat lokal merupakan garda terdepan dalam membangun ketangguhan. Atas dasar itu, Direktorat Jenderal KPM berupaya membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga tercipta dialog dua arah yang efektif.

Nunik Purwanti, Direktur Komunikasi publik Kemenkomdigi RI memberikan sambutan dan sekaligus membuka Workshop Kreator Informasi Lokal, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (12/5/2026). FOTO / ABDUL HADI

Melalui workshop tersebut, pemerintah berharap informasi resmi dapat tersalurkan kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana menangkap aspirasi dan kebutuhan warga di lapangan untuk kemudian disampaikan kepada pihak berwenang. “Harapan kami langkah ini juga mampu melawan penyebaran hoaks yang kerap muncul di tengah situasi rentan pascabencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Dr Edi Yandra SSTP MSP mengatakan, proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis, sosial, dan kepercayaan masyarakat melalui komunikasi.

Menurutnya, informasi yang benar dapat menenangkan masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, mencegah berkembangnya hoaks, serta membangun optimisme untuk bangkit kembali.
“Dalam era digital saat ini, narasi pemulihan tidak cukup hanya disampaikan melalui laporan resmi. Dibutuhkan pendekatan yang humanis, kreatif, dan mudah diterima masyarakat,” katanya.

Sesi foto bersama pejabat Kemkomdigi RI dengan pejabat dinas/lembaga terkait di Aceh pada pembukaan Workshop Kreator Informasi Lokal, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (12/5/2026). FOTO / ABDUL HADI

Ia menilai kehadiran kreator informasi lokal, komunitas, serta relawan pegiat media sangat strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun komunikasi dua arah yang efektif dan partisipatif.

Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam mengemas pesan-pesan pemulihan menjadi konten kreatif yang edukatif, informatif, dan mudah dipahami masyarakat. Konten yang dihasilkan juga diharapkan mampu menghadirkan narasi yang membangun harapan dan mendukung percepatan pemulihan pascabencana.

Workshop tersebut dihadiri sejumlah organisasi wartawan, Perusahaan Pers, lembaga sosial dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr Safrizal ZA MSi Kaposko wilayah Aceh satgas PRR. Nunik Purwanti, Direktur Komunikasi publik. Dr Edi Yandra SSTP MSP Kadiskominsa Aceh. Desti Gilang Lestari, Pegiat literasi digital. Singgih Aji Abiyuga, kepala produksi media sosial Indinesia.go.id.(Hadi)