Daerah

Kemarau di Aceh Besar, Ribuan Hektar Sawah Mengering, Warga Pekan Bada Krisis Air

16
×

Kemarau di Aceh Besar, Ribuan Hektar Sawah Mengering, Warga Pekan Bada Krisis Air

Sebarkan artikel ini
Sawah di Aceh Besar mengering. FOTO/*

posaceh.com, Aceh Besar – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Besar menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian (sawah) mengalami kekeringan.
Kondisi itu, juga berdampak pada ketersediaan air bersih.

Krisis air bersih muncul di Kecamatan Pekan Bada dan warga pun mengeluh.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah lahan sawah milik warga terlihat kering dan retak.

Sementara itu, pasokan air bersih mulai terbatas akibat menurunnya debit sumber air.

Warga Pekan Bada mengaku distribusi air dari PDAM Tirta Montala belum mencukupi kebutuhan.

Sumber air yang berasal dari Mata Ie mengalami penurunan debit sehingga aliran air ke permukiman warga tidak optimal.

“Air yang kami terima kecil dan harus menunggu dari pukul 00.00 sampai 05.00, itu pun tidak mencukupi,” ujar Tarjo, salah seorang warga.

Hal serupa disampaikan Edi Rahmadi, warga Lam Lumpu, yang mengaku sudah beberapa hari menunggu pasokan air pada malam hari. “Air yang datang hanya cukup untuk berwudhu,” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah penanganan, di antaranya dengan menambah sumber air seperti pembangunan sumur bor di wilayah Pekan Bada.

Di sektor pertanian, petani tadah hujan juga terdampak kondisi kemarau. A Rahman (60 tahun) mengatakan kekeringan sawah kerap terjadi saat musim kemarau.

“Sudah dari dulu seperti ini karena mengandalkan hujan. Namun kami berharap ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar Muharam Idris mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat istisqa atau doa meminta hujan di masjid dan meunasah bersama ulama dan santri.(Muh/*)