News

Keberadaan Radio Panglima Polem Pada Usia Ke 36 Tahun Kota Jantho

4628
FOTO/ MUZAKKIR RA Suasana program dialog di Studio Radio Panglima Poleh, Kota Jantho

 

POSACEH.COM, KOTA JANTHO – Keberadaan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Panglima Polem yang mengudara di frekwensi 104.0 Mhz FM ikut merayakan dan mendukung ulang tahun Kota Jantho ke 36 dengan memberi Informasi dan hiburan kepada pendengar setia sesuai anjuran pemerintah mengajak masyarakat tetap di rumah. di usia ke 36 tahun Kota Jantho Radio Panglima Polem hadir dan menjadi salah satu magnetnya Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar.

Sebagai satu-satunya Radio milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar tentu sudah banyak membawa mamfaat dan berkarya dalam memberi Informasi, edukasi, agama, budaya dan hiburan untuk sebahagian warga Aceh Besar khusus nya masyarakat yang dekat dengan ibukota Kabupaten.

“Dengan keterbatasan jangkauan dari pemancar Radio Panglima Polem belum mampu di dengar oleh seluruh masyarakat Aceh Besar,” kata Muzakkir RA Direktur Radio Panglima Polem kepada Media Pos Aceh, di Studio PP FM Jalan Iskandar Muda No 5 Gampong Jantho Makmur, Kota Jantho, Minggu (3/5/2020)

Bang Olan, salah seorang penyiar senior di PP FM

Bertepatan dengan hari jadi Kota Jantho ke 36 tahun atau 3 Mei 1984 – 3 Mei 2020, CBoy sapaan akrab Muzakkir RA, mengenang perjuangan para Brocads Kota Jantho, dimana sebenarnya sejak tahun 1996, di kota Ini sudah berdiri beberapa radio Amatir yang saat itu oleh salah seorang pengusaha muda asal Kuta Cot Glie M Nasir AW lebih dikenal dengan panggilan Abu Nasir telah hadir Radio berlebel JBS (Jantho Broadcasting Service) yang mengudara pada waktu itu di Freqwensi AM.

CBoy, terus mengisahkan, dimana setelah itu ada Radio JSP di Bukit Meusara. Pasca Tsunami Aceh juga hadir Radio Seha FM generasi baru mengudara di Freq Modulasi (FM). Radio sumbangan Arnet itu di sambut baik oleh Abubakar SH yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Infokom Aceh Besar.

Atas kegigihan dan perjuangan Pak Abu sapaan akrab Abubakar SH terakhir pensiunan Asisten II Setdakab Aceh Besar. “Karena begitu cinta dan tahu arti kehadiran sebuah stasiun radio yang bermamfaat sekali untuk kebutuhan informasi apalagi saat itu masyarakat Aceh sedang berputus asa dikarenakan bencana tsunami,”.

Kehadiran Radio Seha FM juga membawa berkah bagi pemuda Kota Jantho sehingga banyak melahirkan penyiar penyiar berbakat hingga sekarang mereka sudah menjadi profesional di bidangnya. “Bahkan kini mereka banyak yang bekerja di media media kenamaan baik di Aceh maupun Nasional,” ungkap CBoy.

Dari cikal bakal itulah lahir lah radio Panglima Polem yang selalu menyapa para pendengar nya setiap hari suara emas penyiar penyiar senior yang berpenglaman, mereka dulu pernah berwara wiri di radio radio Swasta Banda Aceh. “Mereka sudah di akui para Fans radio semua usia dan masih memiliki ciri khasnya diudara,” terangnya.

Muzakkir menjelaskan bahwa Radio Panglima Poleh dalam kerja besarnya selalu dan terus ikut mendukung semua program pembangunan Aceh Besar dan semua agenda besar ikut meliput langsung baik live maupun pandangan mata.

 

Di usia Kota Jantho yang sudah menginjak usia 36 tahun kami sangat mengharapkan pemimpin Aceh Besar dapat melirik keberadaan salah satu Radio yang selama ini terus menyuarakan program dan keberhasilan pembangunan di Aceh Besar.

 

“Tentu ini semua adalah harapan seluruh rakyat semoga Aceh Besar semakin bermartabat dan makmur di Hari Ulang Tahunnya yang Ke 36, Dirgahayu Kota Jantho,” demikian Muzakkir RA.(MarDG)

Exit mobile version