posaceh.com, Makassar – Kasus uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar akhirnya terbongkar, dengan modus membeli mesin cetak buku. Mesin yang ditetapkan di ruang Perpustakaan UIN, ternyata dirubah menjadi mesin pencetak uang palsu dengan peredaran sudah meluas di masyarakat.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono membeberkan cara Kepala Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Andi Ibrahim memasukkan mesin pencetak uang palsu ke dalam perpustakaan kampus.
“Alasannya ini kalau ada mahasiswa mau meminjam buku bisa fotocopy bisa dicetak. Itu alasannya. Jadi tidak curiga. Tapi dalam pelaksanaannya berbeda,” kata Yudhiawan, Senin (30/12/2024).
Yudhiawan menerangkan bahwa dengan jabatan sebagai kepala perpustakaan, Andi Ibrahim menggunakan kewenangannya untuk memasukkan mesin cetak uang palsu tersebut pada bulan September 2024. “Jadi mesin cetak ini, karena dia jabatannya kepala perpustakaan. Jadi tidak menimbulkan kecurigaan,” ungkapnya, seperti dikutip CNN.
Seluruh penghuni kampus, kata Yudhiawan, termasuk mahasiswa tidak mengetahui jika mesin cetak itu adalah mesin cetak uang palsu. “Mereka tidak tahu, dikira mesin itu untuk menggandakan buku. Mahasiswa tahu beli buku mahal, lebih baik digandakan atau fotocopy mungkin biayanya lebih murah,” jelasnya.
Sementara itu, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono mengaku tidak dapat mengendalikan uang palsu ciptaan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar beredar di masyarakat. “Uang yang beredar ini kita sudah tidak bisa kendalikan lagi,” kata Yudhiawan, Senin (30/12/2024).
Yudhiawan mengatakan masyarakat yang mendapat uang palsu itu akan merugi, karena uang palsu tidak dapat diganti “Kalau ditemukan di lapangan ya tidak bisa ditukar, karena uang palsu,” jelasnya. Menurut Yudhiawan uang palsu ciptaan UIN Alauddin Makassar sudah hampir menyerupai asli.
“Memang hampir sempurna, kemarin habis press rilis dipakai ultraviolet itu ada tanda air,” jelasnya. Uang palsu itu, kata Yudhiawan secara sepintas mirip asli, sehingga masyarakat awam akan menganggap uang palsu tersebut adalah uang asli.
“Itu bagi masyarakat yang awam merasa ini uang beneran, meski itu sebenarnya uang palsu,” katanya. Polisi telah menetapkan 19 orang tersangka dalam kasus pabrik pembuat uang palsu di kampus UIN Alauddin Makassar. Selain itu, ada dua orang masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) alias buron.
Dari 19 tersangka itu, pengusaha sekaligus politikus inisial ASS disebut sebagai tersangka utama dalam kasus pabrik uang palsu. ASS setelah menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Polres Gowa, langsung ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian ASS dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar akibat kondisi kesehatannya menurun dan memiliki riwayat penyakit jantung serta prostat.(Muh/*)
