DaerahPendidikan

Kapolda Aceh Jadi Pemateri di Kuliah Umum UTU

302
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, memaparkan materi pada Kuliah Umum se-Barat Selatan Aceh yang digelar di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU), Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (5/11/2025). FOTO/ HUMAS POLDA ACEH

posaceh.com, Meulaboh — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, menjadi narasumber dalam Kuliah Umum se-Barat Selatan Aceh yang digelar di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU), Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Polda Meutuah dan Green Policing” itu diikuti lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, civitas akademika, kepala sekolah, hingga siswa SMA dari berbagai kabupaten di wilayah Barat Selatan Aceh.

Acara tersebut turut dirangkai dengan penayangan video profil UTU dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-19 tahun 2025. Pada kesempatan itu, Rektor UTU Prof. Dr. Ishak Hasan menyerahkan piagam penghargaan kepada Kapolda Aceh, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UTU dan Polda Aceh dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam paparannya, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam di wilayah Barat Selatan Aceh secara bijak dan berkelanjutan. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, dan sumber daya mineral yang jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Aceh memiliki kekayaan luar biasa, khususnya di wilayah Barat Selatan. Namun, potensi itu harus diimbangi dengan kerja sama dan keterbukaan terhadap investasi yang bertanggung jawab,” ujar Kapolda.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025, Aceh dinobatkan sebagai provinsi paling aman di Pulau Sumatera. Capaian tersebut, kata Marzuki, merupakan hasil sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban.

Tidak hanya itu, Kapolda Aceh memperkenalkan visi dan misi “Polda Aceh Meutuah”, yang merupakan akronim dari nilai-nilai luhur sebagai pedoman moral bagi seluruh personel Polda Aceh, yakni Masyarakat Ta Peulindong, Etika Tajaga, Ureung Meutuah, Tanggong Jaweub, Udep Sijahtra, Amanah Dalam Buet, Hukom Ta Patoh.

Foto bersama pada pelaksanaan Kuliah Umum se-Barat Selatan Aceh yang digelar di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU), Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (5/11/2025). FOTO/ HUMAS POLDA ACEH

“Nilai-nilai ini menjadi panduan bagi setiap anggota Polda Aceh agar bekerja dengan profesional, humanis, dan berintegritas,” jelasnya.

Selain itu, Irjen Pol. Marzuki juga memperkenalkan konsep Green Policing, yaitu strategi kepolisian yang memadukan penegakan hukum dengan pelestarian lingkungan hidup. Program ini meliputi pemberantasan aktivitas tambang ilegal, edukasi publik tentang pentingnya menjaga lingkungan, serta pelaksanaan gerakan penghijauan.

“Green Policing bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran ekologis. Polisi harus menjadi pelindung manusia sekaligus penjaga alam agar generasi mendatang tetap menikmati lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, perwira tinggi lulusan Akabri 1991 itu mengajak seluruh mahasiswa untuk berperan aktif sebagai agen perubahan yang ikut menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan, serta mendukung Polri dalam mewujudkan ketertiban masyarakat.

“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat dan mahasiswa untuk bersama-sama menjaga keamanan, menegakkan hukum yang adil, dan menciptakan lingkungan hijau serta damai di Aceh,” pungkas Kapolda.(Why/*)

Exit mobile version