*Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Terus Diperkuat
posaceh.com, Banda Aceh — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, S.STP, menutup pelaksanaan Piala Wali Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang mempertandingkan kelompok usia U-10 dan U-12 di Lapangan Sepak Bola SSB Putra IMKA, Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (20/9/2026) sore.
Penutupan turnamen tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., Sekjen PSSI Banda Aceh Ir Khaidir TM MM, serta jajaran panitia dan para peserta turnamen, Sekdes dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Reza menyampaikan apresiasi terhadap seluruh tim, pelatih, orang tua dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut. Menurutnya, turnamen Piala Wali Kota menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menyediakan ruang positif bagi anak-anak untuk berkembang melalui olahraga, khususnya sepak bola.
“Senang sekali melihat semangat adik-adik yang luar biasa. Banda Aceh punya sejarah, punya tradisi dan punya kebanggaan terhadap sepak bola yang harus terus kita lanjutkan,” kata Reza.
FOTO/ BEDU SAINI
Ia juga memberikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr. Musriadi Aswad yang disebut turut mengawal dan mengadvokasi dukungan anggaran sehingga kompetisi sepak bola usia dini tersebut dapat terlaksana.
Reza menilai keberadaan kompetisi seperti Piala Wali Kota tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan memberikan aktivitas positif bagi generasi muda.
“Semangat adik-adik ini harus kita dukung dengan memberikan kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi-generasi yang hebat di masa yang akan datang,” ujarnya.
Pada turnamen tersebut, SSB Barona berhasil keluar sebagai juara pada kelompok U-12. Sementara sejumlah tim lainnya juga menunjukkan performa yang membanggakan hingga babak semifinal dan final.
Reza mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen memperkuat perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Bahkan, kelompok usia U-10, U-12 dan U-13 disebut akan mendapat perhatian lebih dalam program pembinaan ke depan.
“Insyaallah khusus kelompok umur 10, 12 dan 13 akan menjadi perhatian yang lebih kuat,” katanya.
Selain itu, Dispora Banda Aceh juga berencana melanjutkan Liga SSB U-12 pada 2027. Kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan dinilai dapat memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak untuk terus berlatih dan bertanding.
Reza berharap agenda kompetisi yang berlangsung sepanjang tahun dapat membantu pelatih maupun orang tua dalam mengarahkan anak-anak pada kegiatan yang produktif.
“Dengan liga sepanjang tahun akan memudahkan kita semua, memudahkan pelatih, memudahkan orang tua, dan tentu memudahkan pemerintah kota bagaimana anak-anak ini bisa terus termotivasi sepanjang tahun, punya agenda, dan insyaallah mereka akan sibuk dengan hal-hal yang positif,” ujarnya.
FOTO/ BEDU SAINI
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan kompetisi selama sekitar dua pekan dengan baik. Menurutnya, pengalaman bertanding dalam kompetisi resmi, termasuk merasakan atmosfer pertandingan, keberadaan wasit dan tekanan pertandingan, menjadi pembelajaran penting bagi pesepak bola usia dini.
Reza berharap kompetisi pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih kompetitif sehingga semakin banyak talenta muda Banda Aceh yang berkembang dan mampu mengukir prestasi.
“Ini akan menjadi pemicu semangat bagi kami untuk memperbanyak kegiatan-kegiatan sepak bola usia dini, khususnya pembinaan di Kota Banda Aceh,” katanya.
Ia menambahkan, Banda Aceh memiliki tradisi sepak bola dan fasilitas olahraga yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung lahirnya atlet-atlet muda berprestasi.
“Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi, kita punya tradisi juara dan kita punya fasilitas yang luar biasa. Insyaallah ini akan menjadi tanggung jawab moral kita untuk memberikan prestasi yang lebih baik,” pungkasnya.
Pada Piala Wali Kota Banda Aceh 2026 yang telah berlangsung sejak 12 September 2026 tersebut, pihak panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah kepada juara U-10 dan U-12. Di antaranya, juara pertama berhak mendapatkan trofi, sertifikat, medali, dan uang pembinaan sebesar Rp4 juta. Juara kedua berhak mendapatkan trofi, sertifikat, medali, serta uang pembinaan Rp2 juta. Juara ketiga berhak mendapatkan trofi, sertifikat, medali uang pembinaan Rp1 juta. Kemudian juara keempat juga mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp500 ribu.
FOTO/ BEDU SAINI
Adapun juara pertama U-10, diraih oleh Rampagoe FA. Lambhuk FA sebagai juara kedua, Talenta FA sebagai juara ketiga dan SSB Putra IMKA sebagai juara keempat.
Sementara U-12, diraih oleh SSB Barona, SSB Bukit Sembilan menempati posisi kedua, Fourgee FA menempati posisi ketiga dan disusul Copal FA yang finis di posisi keempat.
Tidak hanya itu, pihak panitia turut menyiapkan penghargaan berupa trofi dan sertifikat kepada tiga kategori pemain, yakni kategori pemain terbaik, top skor dan kiper terbaik.
Untuk U-10, pemain terbaik diraih Aklil Asyraf Ayuni dari Rampagoe FA. Sementara penghargaan top skor diraih M Raja Aulia, yang juga merupakan pemain Rampagoe FA, dan penghargaan kiper terbaik diberikan kepada Amri Mu’minin dari Lambhuk FA.
Sementara untuk U-12, M Rafa Al Zhafar dari SSB Barona dinobatkan sebagai pemain terbaik. Penghargaan top skor diraih Anargia Wafi Putra Nugraha dari SSB Bukit Sembilan, sedangkan gelar kiper terbaik diberikan kepada Dirbi D Gea Pratama dari SSB Barona.(Rinaldi)
