posaceh.com, Banda Aceh – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra, ST, M.Si, didampingi oleh Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Jasa Kontruksi (PBJK), Ir. Cut Susilawati, ST, M.Si, serta sejumlah staff dari Bidang PBJK, Pelaksana Konstruksi, dan Pengawas Lapangan, melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap beberapa proyek fisik yang sedang berlangsung. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 7 Agustus 2024, dan mencakup sejumlah proyek yang dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh.
Monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR ini melibatkan kunjungan ke beberapa lokasi pembangunan, termasuk pembangunan Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) tahap IV, lanjutan pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kota Banda Aceh, penataan kawasan Blang Padang tahap II, serta pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh tahap I.

FOTO/ DOK DINAS PUPR KOTA BANDA ACEH
Salah satu proyek utama yang mendapat perhatian adalah pembangunan Gedung Pusdalops yang kini memasuki tahap IV. Proyek ini dibiayai oleh Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan diharapkan dapat menjadi pusat komando dan pengendalian bagi berbagai operasi penanggulangan bencana di Kota Banda Aceh. Dalam kunjungannya, Cut Ahmad Putra menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Pusdalops ini harus dilakukan dengan cermat dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
“Kami berharap pembangunan Gedung Pusdalops ini dapat diselesaikan tepat waktu dan dengan mutu yang optimal, karena gedung ini akan menjadi pusat koordinasi penting dalam penanggulangan bencana di Kota Banda Aceh. Setiap detil pekerjaan harus diperhatikan agar gedung ini dapat berfungsi dengan baik dan tahan lama,” ungkap Cut Ahmad Putra, Senin (12/8/2024).
Proyek lain yang juga mendapat perhatian dalam Monev tersebut merupakan lanjutan pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kota Banda Aceh. Proyek ini juga didanai oleh DOKA dan bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas perpustakaan yang modern dan representatif. Gedung ini diharapkan menjadi pusat literasi yang mampu menjawab kebutuhan informasi dan pendidikan masyarakat Banda Aceh.

FOTO/ DOK DINAS PUPR KOTA BANDA ACEH
Cut Ahmad Putra menegaskan pentingnya kualitas dalam pembangunan gedung ini. “Gedung perpustakaan ini bukan hanya sekadar tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kita harus memastikan kualitas konstruksi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, penataan kawasan Blang Padang yang merupakan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) strategis di Banda Aceh, juga menjadi fokus dalam Monev ini. Proyek yang kini memasuki tahap II ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi dan estetika kawasan Blang Padang, sehingga dapat lebih dinikmati oleh masyarakat sebagai tempat rekreasi dan berolahraga.
Cut Ahmad Putra menyampaikan bahwa penataan kawasan ini harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. “Blang Padang adalah paru-paru kota yang harus kita jaga. Penataan kawasan ini harus dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kami akan terus memantau pelaksanaan proyek ini agar berjalan sesuai dengan rencana,” jelasnya.
Selain itu, Monev juga dilakukan terhadap proyek pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Banda Aceh yang kini memasuki tahap I. Proyek ini dibiayai oleh APBK Banda Aceh dan bertujuan untuk menyediakan fasilitas yang memadai bagi aparat penegak hukum di Kota Banda Aceh.
Cut Ahmad Putra menekankan bahwa pembangunan gedung ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat pentingnya fungsi gedung tersebut. “Gedung Kejari ini adalah tempat kerja para penegak hukum yang memiliki tanggung jawab besar. Oleh karena itu, kualitas konstruksi dan ketepatan waktu harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek ini,” tegasnya.
Komitmen Terhadap Kualitas dan Ketepatan Waktu
Kadis PUPR Kota Banda Aceh menekankan, semua proyek yang sedang berjalan harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, dengan memperhatikan aspek ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan. Beliau juga memberikan beberapa arahan dan catatan penting kepada para pelaksana proyek untuk segera ditindaklanjuti.
“Kami sebagai pengguna anggaran bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap proyek yang dibiayai oleh dana publik, baik itu DOKA maupun APBK, dilaksanakan dengan benar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Saya berharap semua pihak yang terlibat dalam proyek-proyek ini dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi, agar hasil yang diperoleh benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi warga Banda Aceh,” tutur Cut Ahmad Putra.
Ia juga menyampaikan harapannya agar semua proyek yang sedang berjalan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Dengan demikian, semua fasilitas yang dibangun dapat segera digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan Monev yang dilakukan ini menunjukkan komitmen Dinas PUPR Kota Banda Aceh dalam memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di kota ini berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa setiap proyek berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.(Wahyu Desmi/*)











