posaceh.com, Banda Aceh — Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh terus berinovasi dalam mempublikasikan dan mensyiarkan nilai-nilai Islam di era modern. Melalui Bidang Pengembangan Syariah, DSI Banda Aceh kini menghadirkan fasilitas Ruang Multimedia / Media Center yang dirancang khusus untuk mencetak para kreator konten dakwah digital berkualitas.
Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh melalui Kepala Bidang Pengembangan Syariah Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Wirzaini Usman, S.HI, M.I.Kom menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respon terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi, di mana media sosial dan platform digital telah menjadi sarana utama masyarakat dalam menyerap informasi.
“Dakwah hari ini tidak lagi terbatas pada mimbar-mimbar di masjid. Kita harus masuk ke ruang digital tempat generasi muda berkumpul. Melalui Ruang Multimedia ini, kami ingin memfasilitasi dan mencetak para kreator dakwah digital yang kreatif, inovatif, serta mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan cara yang sejuk dan menarik,” ujar Kabid Pengembangan Syariah DSI Banda Aceh, kepada awak media, di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026)
Fasilitas dan Program StrategisRuang Multimedia / Media Center DSI Banda Aceh siap mendukung berbagai aktivitas produksi konten dakwah digital melalui beberapa fokus utama: Fasilitas Produksi Modern: Dilengkapi dengan sarana perekaman suara, peralatan video, dan perangkat penyuntingan digital untuk mendukung pembuatan konten kreatif.
“Insya Allah demikian. Kita ingin Media Center ini menjadi salah satu tempat pembinaan kreator dakwah digital.
Ke depan dapat dilakukan pelatihan, workshop, mentoring dan kelas produksi media. Anak-anak muda kita tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu menjadi produsen konten yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Harapannya akan lahir generasi muda Banda Aceh yang mampu berdakwah dengan memanfaatkan teknologi secara positif. Target besarnya adalah membangun ekosistem dakwah digital di Kota Banda Aceh.
Kita ingin jangkauan dakwah semakin luas, pemahaman masyarakat terhadap Syariat Islam semakin baik, partisipasi masyarakat dalam program keagamaan meningkat, dan semakin banyak kreator dakwah digital yang lahir dari Banda Aceh.
“Kita juga akan membangun arsip digital materi dakwah sehingga berbagai konten yang telah diproduksi tidak berhenti pada saat dipublikasikan, tetapi menjadi dokumentasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ucapnya.
Penyebaran Informasi Syariat: Pusat produksi konten resmi DSI Banda Aceh seperti podcast islami, video edukasi syariat, hingga publikasi program-program keislaman di Kota Banda Aceh.
Mendorong Syiar Islam yang Adaptif dan hadirnya fasilitas Media Center ini diharapkan dapat memperkuat posisi Banda Aceh sebagai Kota Serambi Mekkah yang tidak hanya kokoh secara nilai keislaman, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap dinamika zaman.
“Kami berharap ruang ini menjadi laboratorium kreatif bagi generasi muda Banda Aceh. Mari kita manfaatkan teknologi ini untuk menyebarkan kebaikan dan memperluas jangkauan syiar Islam hingga ke pelosok dunia,” tutupnya. (Adv)











