Pemko Banda Aceh

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Banda Aceh Menanjak

1504
Pedagang Aris Munandar (30) sedang melayani pembeli di Pasar Kampung Baro Kota Banda Aceh, Selasa (14/3/2023) sore. FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadhan 1444 H, beberapa bahan pokok mulai mengalami kenaikan harga. Di antaranya, telor ayam, minyak goreng, gula pasir, beras, bawang merah, cabai, dan sirup.

Pedagang Aris Munandar (30) mengungkapkan, beberapa bahan pokok tersebut mengalami kenaikan harga sejak sepekan terakhir. Namun di antaranya, kenaikan harga sudah terjadi sejak dua bulan lalu. “Harga sirup dan bawang putih sudah menanjak sekitar dua bulan terakhir,” ucapnya di Pasar Kampung Baro, Kota Banda Aceh, Selasa (14/3/2023) sore.

Sebelumnya, sambung Aris, harga telur untuk satu papannya sekitar Rp 42 ribu, namun sejak sepekan terakhir menjadi Rp 48 ribu. Sedangkan harga bawang merah dan cabai merah, dari kisaran harga Rp 32 ribu sampai Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu perkilonya. “Harga bawang merah dan capai itu juga sudah menanjak sejak sepekan terkhir,” katanya.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga minyak goreng dan gula pasir tidak signifikan, dari Rp 14 ribu menjadi Rp 15 ribu perkilonya. Terkait kenaikan harga sirup, sebelumnya Rp 215 ribu menjadi Rp 235 ribu perlusinnya.

Kemudian, Aris menjelaskan, kenaikan harga bahan pokok tersebut tidak berdasarkan kelangkaan. Dalam hal itu, perolehan bahan pokok masih seperti biasanya. Namun, kelangkaan yang terjadi hanya pada gas tiga kilogram. “Untuk stok bahan pokok lainnya masih mudah didapatkan,” sebutnya.

Seorang Pembeli, Dewi (37) sedang memilih bawang di Pasar Kampung Baro Kota Banda Aceh, Selasa (14/3/2023) sore.
FOTO/ WAHYU DESMI

Lebih lanjut, Aris mengatakan, di tengah menanjaknya harga bahan pokok, namun kemerosotan omset penjualan terjadi sekitar 30 sampai 40 persen. Hal itu sudah terjadi sejak satu bulan terakhir, dikarenakan kondisi pasar sepi.
“Mungkin kondisi pasar sepi seperti ini, disebabkan masyarakat pada umumnya sedang membutuhkan banyak biaya, untuk kebutuhan masuk sekolah anaknya,” ujar Aris.

Sementara itu, pedagang lainnya Syahrul Akmal (21) menerangkan, kenaikan harga beras tergantung pada merek beras itu tersendiri. “Beras yang kami jual sebelumnya dengan harga 165 ribu rupiah, menjadi 180 ribu rupiah persak atau perkarung dengan ukuran 15 kilogram,” terang pedagang sembako itu.

Sedangkan, Dewi (37) selaku Pembeli menuturkan, terkait kenaikan harga bahan pokok tidak mau memberikan komentar apa pun. Hal itu disebabkan, respon pemerintah dalam mendengarkan keluh kesah masyarakat masih sangat minim.
“Sekalipun harga sudah diturunkan karena keluh kesah kami masyarakat, namun hanya bertahan sebentar saja, setelah itu langsung Kembali dinaikan harganya bahkan menjadi dua kali lipat,” pungkasnya dengan nada pasrah.(Wahyu Desmi)

 

Exit mobile version