News

Jelang PPN XIV, Aceh Rampungkan Persiapan Event Sastra Internasional

35
×

Jelang PPN XIV, Aceh Rampungkan Persiapan Event Sastra Internasional

Sebarkan artikel ini
Panitia sedang mematangkan berbagai persiapan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh–Indonesia di Istana Wali Nanggroe, Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (22/6/2026). FOTO/RINALDI

posaceh.com, Banda Aceh — Menjelang pelaksanaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh–Indonesia, panitia terus mematangkan berbagai persiapan untuk menyukseskan ajang sastra internasional tersebut yang akan berlangsung pada 22–28 Juni 2026 di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Direktur Pelaksana kegiatan, Noviati MR, di Banda Aceh, Senin (22/6/2026), mengatakan Aceh dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di Jakarta. Penunjukan ini menjadi momentum penting bagi Aceh dalam memperkuat jejaring sastra dan budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

PPN XIV Aceh–Indonesia digagas oleh Rangkang Sastra Aceh dengan melibatkan 31 komunitas sastra di Aceh. Kegiatan ini juga mendapat dukungan empat perguruan tinggi, yakni ISBI Aceh, Universitas Almuslim, Universitas Bina Bangsa Getsempena Aceh, dan IAIN Takengon.

Selain itu, kegiatan ini turut didukung pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Kabupaten Bireuen, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Pertemuan ini akan diikuti peserta dari 14 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Laos, Filipina, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Timor Leste, Turki, Jepang, dan Tasmania. Ratusan penyair dari berbagai daerah di Indonesia juga dijadwalkan hadir.

Noviati menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara telah disusun secara terperinci, termasuk agenda pembukaan yang akan digelar di Istana Wali Nanggroe, Banda Aceh.
“Persiapan terus kami lakukan, baik dari sisi teknis acara, penyambutan tamu, maupun koordinasi lintas daerah lokasi kegiatan,” ujarnya.

Malam pembukaan akan diawali dengan prosesi adat Seumapa dan Tari Penyambutan Ranub Lampuan, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne Aceh.

Acara kemudian berlanjut dengan laporan Direktur Pelaksana, tribute tokoh sastra, serta pengantar kuratorial yang menghadirkan sastrawan dalam dan luar negeri. Sejumlah tokoh nasional dan daerah juga dijadwalkan memberi sambutan, termasuk perwakilan kementerian, Kepala Perpustakaan Nasional, dan Gubernur Aceh.

Prosesi adat Ranub Sigapu oleh Wali Nanggroe turut menjadi bagian penting dalam seremoni pembukaan. Puncak acara ditandai dengan penyerahan Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara serta pembukaan resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Panitia juga menyiapkan parade puisi yang melibatkan penyair nasional dan internasional, penandatanganan kesepakatan diplomasi budaya, serta pertunjukan seni bertajuk Harmoni Syair Nusantara: dari Aceh untuk Dunia.

Kegiatan yang tersebar di Banda Aceh, Bireuen, Aceh Tengah, dan Aceh Besar ini diharapkan menjadi momentum penguatan diplomasi budaya serta pengembangan sastra Aceh di tingkat global.(Rnld)