Internasional

Jamaah Umrah Indonesia Terancam Batal ke Arab Saudi, Timur Tengah Makin Panas

587
×

Jamaah Umrah Indonesia Terancam Batal ke Arab Saudi, Timur Tengah Makin Panas

Sebarkan artikel ini
Jamaah Umrah Indonesia mendapat pemeriksaan sebelum terbang ke Arab Saudi. FOTO/LIPUTAN6.COM

posaceh.com, Jakarta – Ketegangan di kawasan Timur Tengah (Timteng) yang kian memanas menyusul serangan balasan Iran ke Pangkalan Militer Amerika Serikat (AS) di Al Udeid, Qatar, Selasa (24/6/2025) turut mengancam keberangkatan jamaah umrah asal Indonesia.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Muhammad Firman Taufik mengatakan serangan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Qatar mengakibatkan banyak maskapai dari dan ke Timteng membatalkan penerbangan mereka.

Hal ini juga disebut berdampak pada beberapa penerbangan jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Firman menambahkan pembatalan atau penjadwalan ulang juga dapat terjadi sewaktu-waktu bagi calon jamaah umrah RI yang akan berangkat ke Arab Saudi, mengingat eskalasi dampak perseteruan Iran dan zionis Israel.

“Dampak terburuknya adalah ditutupnya wilayah udara Saudi baik secara temporer maupun jangka panjang,” tandas Firman lewat keterangan tertulis. Di menegaskan, bahwa secara hukum, pembatalan atau penjadwalan ulang pemberangkatan ke Saudi di saat-saat seperti ini masuk dalam klausul force majeure.

Firman berharap ke depan harus ada edukasi kepada jemaah terkait plan yang akan dijalankan mulai dari penjadwalan ulang hingga pembatalan, resiko biaya yang akan timbul, serta hal-hal lainnya dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat.

“Gambarannya kurang lebih sama dengan yang pernah terjadi pada 2020 ketika secara mendadak Saudi menutup diri karena pandemi Covid-19,” pungkas Firman. Merespon situasi ini, Firman mengimbau bagi anggota HIMPUH yabg masih berada di Arab Saudi dan akan kembali ke Jakarta agar terus menerus berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan.

“Persiapkan langkah antisipasi, aturan intinya airlines punya kewajiban memulangkan. Jadi semisal delay pun airlines punya kewajiban untuk menyediakan akomodasi dan konsumsi,” ujar baru-baru ini, seperti dikutip CNN.

Bagi Anggota HIMPUH yang jemaahnya dalam proses pemulangan ke Indonesia dan masih berada di negara transit agar segera berkomunikasi dengan KBRI atau KJRI setempat.

“Laporkan manifes jamaah agar pemerintah tahu persis data-data jamaah. Sama seperti halnya mereka yang di Saudi, di negara transit pun airlines punya kewajiban memulangkan, serta memfasilitasi akomodasi dan konsumsi,” jelas Firman.

Menurut Firman, saat ini masih terdapat jamaah haji anggota HIMPUH yang berada di Saudi dan akan pulang mulai hari ini hingga 28 Juni 2025 mendatang. Di antaranya ada yang akan melewati negara transit: Singapura, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).(Muh/*)