posaceh.com, Singkil – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Singkil dalam beberapa hari terakhir.
Mengakibatkan sejumlah titik di jalan lintas Kecamatan Gunung Meriah menuju Kecamatan Singkohor dan Kota Baharu, Aceh Singkil mengalami kerusakan parah.
Kondisi ini memicu kekhawatiran bagi para pengguna jalan yang melintas, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga antar Kecamatan.
Sebab beberapa lubang menganga yang cukup dalam serta amblesnya sebagian badan jalan dilaporkan mulai mengancam keselamatan pengendara, terutama kendaraan roda dua dan truk bermuatan berat.
Kerusakan paling signifikan terlihat di beberapa area yang memiliki topografi labil dan minim drainase, sehingga air hujan langsung mengikis permukaan aspal hingga menyisakan material tanah dan bebatuan yang licin.
Di beberapa titik, luapan air bahkan sempat menggenangi badan jalan, menyembunyikan lubang-lubang dalam yang sering kali mengecoh para pengendara.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur penghubung ini mengalami perlambatan yang cukup signifikan dan menyebabkan antrean kendaraan di jam-jam sibuk.
Salah seorang pengendara dari Gunung Meriah, Aceh Singkil, Syukriadi saat melintas menuju Kecamatan Singkohor mengingatkan pengendara untuk lebih hati – hati karena adanya kerusakan jalan ditemui di sekitar lintasan tersebut.
“Hati- hati bagi yang melintas dari Rimo ke arah lentong dan sekitarnya sebab Jembatan di gombar lagi rusak,” tulis Syukriadi melalui media sosialnya, Rabu, (30/9/2026).
Hal senada juga di sampaikan oleh warga dan pengendara lainnya, Situmorang, saat hendak melintas dari Kota Baharu menuju Gunung Meriah, Aceh Singkil.
“Jembatan sekulikap dari Kota Baharu menuju Gunung Meriah tidak bisa dilintasi,”tulisan Situmorang melalui group Whatsapp berita Singkil, Rabu pagi (30/9/2026).
Di tempat terpisah insiden rusaknya jembatan tersebut menjadi kekhawatiran bagi masyarakat Kota Baharu, Aceh Singkil.
Sebab jika tidak cepat mendapatkan penanganan, dikhawatirkan akan menghambat mobilitas. Terutama, untuk mengangkut kebutuhan masyarakat.
“Akibat insiden ini kita khawatir bentar lagi kita kosong minyak di SPBU Singkohor, karna mobil tengki pengangkut BBM gak berani lewat bawah,”tulis warga Kota Baharu, Hasan Basri, Rabu.
Menanggapi kondisi ekstrem ini, selain warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan tinggi.
Juga pengendara diminta bersikap ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut.
Terutama, pengendara diminta untuk menurunkan kecepatan saat berkendara di malam hari atau ketika hujan lebat kembali turun.
Sebab selain jarak pandang yang terbatas, serta dapat memperbesar risiko kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, Reporter RRI belum mendapatkan informasi dari Pemerintah daerah setempat melalui instansi terkait, apakah telah memonitor kondisi kerusakan jalan lintas ini atau melakukan penanganan sementara.
Seperti penimbunan lubang dengan material pilihan, guna mencegah kerusakan yang lebih luas serta menjaga agar arus transportasi tidak terputus total.
Selain itu, juga perlunya pemasangan rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan juga akan diperbanyak sebagai panduan visual bagi para pelintas.(Muh/*)











