Nasional

Istana Ubah Fokus MBG: Kini Prioritaskan Kualitas, Bukan Kuantitas Lagi

23
×

Istana Ubah Fokus MBG: Kini Prioritaskan Kualitas, Bukan Kuantitas Lagi

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026). FOTO/KOMPAS.com

posaceh.com, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari mengungkapkan bahwa pemerintah kini mengubah fokus program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari yang tadinya kuantitas menjadi kualitas makanan.

Qodari menekankan peningkatan kualitas menjadi prioritas utama setelah jaringan layanan MBG berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir.

Jadi fokusnya bukan lagi kepada kuantitas, tetapi kepada kualitas. Selain kualitas SPPG, ke depan juga diharapkan ada perbaikan dari segi efisiensi,” ujar

Qodari dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026). Qodari menjelaskan, pemerintah akan memperketat evaluasi terhadap aspek operasional yang selama ini telah berjalan.

Pengawasan akan diperkuat pada berbagai aspek, mulai dari kondisi fasilitas, pemenuhan persyaratan operasional, proses pengolahan makanan, hingga standar kesehatan dan kebersihan.

Langkah itu, kata Qodari, diharapkan dapat meningkatkan mutu pangan yang diterima siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya dalam program MBG.

Selanjutnya, Qodari membeberkan pemerintah mulai melakukan serangkaian pembenahan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Perbaikan tata kelola tersebut mencakup penghentian sementara pembangunan SPPG baru, penataan ulang sistem insentif, hingga penerapan sistem penilaian atau grading terhadap kualitas layanan setiap SPPG.

“Moratorium terhadap pembangunan SPPG baru karena SPPG yang sudah ada dirasakan mungkin sudah mencukupi dan akan ditata ulang. Jadi fokus kepada SPPG yang sudah operasional,” jelasnya.

Qodari menyampaikan, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan pembaruan mekanisme pemberian insentif bagi SPPG. Skema tersebut kemungkinan akan kembali menggunakan metode yang mengaitkan besaran insentif dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.

Selain itu, pemerintah berencana menerapkan sistem grading atau kelas sesuai kinerja SPPG. Dalam skema ini, setiap SPPG akan dikelompokkan berdasarkan kualitas layanan yang diberikan.

“Ke depan SPPG-nya sendiri akan mengalami grading atau evaluasi. Jadi akan ada kelas-kelas SPPG yang bagus itu A, yang sedang itu B, yang kurang bagus itu C. Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan memengaruhi insentifnya, jadi angka insentifnya tidak akan sama,” beber Qodari.(Muh/*)