Internasional

Israel Semakin Brutal, Gedung Pemerintah Kota Nabatieh Dirudal, PM Lebanon Murka

836
×

Israel Semakin Brutal, Gedung Pemerintah Kota Nabatieh Dirudal, PM Lebanon Murka

Sebarkan artikel ini
Kepulan asap membumbung tinggi dari lokasi serangan udara jet tempur Israel di Kota Nabatiyeh, Lebanon Selatan, Rabu (16/10/2024). Foto/AFP

posaceh.com, Beirut – Serangan pasukan Israel semakin brutal terhadap Lebanon, sampai-sampai gedung kantor Pemerintah Kota Nabatieh, Lebanon Selatan dihujani rudal jet tempur Israel.

Serangan udara itu langsung menjadikan gedung rata dengan tanah dan para pejabat yang sedang menggelar rapat, seluruhnya tewas, termasuk Wali Kota Ahmad Kahil pada Rabu (16/10/2024).

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati langsung meluapkan kemarahannya dan sangat murka usai Israel menyerang kantor pemerintah kota (pemkot) Nabatieh.

Dalam sebuah pernyataan, Mikati mengatakan Israel sengaja menargetkan gedung yang sedang menggelar
pertemuan guna membahas bantuan imbas invasi Israel. Dia pun mengutuk serangan brutal Zionis yang telah menewaskan sejumlah pegawai pemerintah tersebut.

“Saya mengutuk agresi baru Israel terhadap warga sipil di Kota Nabatieh, yang dengan sengaja menargetkan pertemuan dewan kota yang tengah membahas layanan dan bantuan,” kata Mikati dalam pernyataannya, seperti
dikutip Al Jazeera.

Pasukan militer Israel melancarkan serangan udara ke gedung pemerintahan kota Nabatieh pada Rabu
(16/10/2024 pagi. Wali kota Ahmad Kahil dan sejumlah pegawai pemerintah pun tewas dalam serangan
tersebut.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengonfirmasi serangan itu dengan mengeklaim pihaknya menargetkan infrastruktur bawah tanah yang digunakan Pasukan Radwan Hizbullah.

Serangan ini terjadi usai Israel meluncurkan invasi darat ke Lebanon selatan sejak 1 Oktober 2024 lalu.
Setidaknya 1.500 orang tewas di Lebanon dalam serangan Israel yang telah dimulai sejak September 2024.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda Israel hendak melakukan gencatan senjata, meski pemerintah Lebanon telah mengupayakannya. PM Mikati pun menyatakan kekecewaannya atas sikap diam dunia terhadap kejahatan
Israel di negaranya.

“Jika semua negara di dunia tidak mampu meredam permusuhan terhadap rakyat Lebanon, apakah masih ada gunanya meminta Dewan Keamanan PBB untuk menuntut gencatan senjata?” ucapnya, seperti dikutip kantor
berita Lebanon, NNA.(Muh/*)