posaceh.com, Gaza – Sebanyak 31 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka saat antre makanan bantuan di Gaza , Minggu (1/6/2025).
Warga mendapat bantuan dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah lembaga swasta yang didukung Amerika Serikat.
Hingga kini, kronologi pasti kejadian tersebut masih belum jelas. Kementerian Kesehatan Palestina menuduh militer Israel atas jatuhnya korban jiwa. Namun, sebagian warga sipil yang berada di lokasi menuduh aparat keamanan lokal melepaskan tembakan.
Di sisi lain, GHF menegaskan bahwa tidak ada tembakan yang terjadi baik di dalam maupun di sekitar lokasi distribusi.
Militer Israel (IDF) mengklaim mereka tidak mengetahui adanya korban luka akibat tembakan IDF di lokasi tersebut dan menyatakan sedang melakukan penyelidikan.
Mereka juga menyebut bahwa tidak ada korban dari pihak militer Israel.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 200 korban telah dibawa ke rumah sakit, termasuk puluhan dalam kondisi kritis. Disebutkan pula bahwa semua korban meninggal mengalami luka tembak di bagian kepala atau dada.
Seorang paramedis dari Palang Merah Palestina (PCRS), satu-satunya tenaga medis yang berada di lokasi saat kejadian, mengatakan kepada CNN bahwa penembakan terjadi saat warga berkumpul untuk mendapatkan bantuan.
“Kami tidak bisa memastikan siapa yang menembak. Namun, seluruh wilayah berada dalam tanggung jawab keamanan militer Israel,” ujarnya.
GHF bantah ada kekerasan, rilis rekaman CCTV. GHF membantah klaim adanya penembakan dan menyatakan distribusi bantuan berjalan lancar.
“Semua bantuan diumumkan hari ini tanpa kejadian. Kami yakin laporan palsu ini sengaja disebarkan oleh Hamas dan tidak benar,” bunyi pernyataan mereka.
GHF kemudian merilis rekaman kamera pengawas yang ratusan orang berlari menuju titik distribusi saat fajar.
Rekaman selama empat menit yang tidak disertai suara itu tidak menunjukkan adanya kekerasan, meski terlihat dua kali kilatan tembakan pelacak di jarak jauh.
Video selanjutnya menampilkan warga membawa kotak-kotak bantuan keluar dari lokasi.
Namun, saksi mata yang diwawancarai CNN menggambarkan suasana kacau. Beberapa orang terinjak-injak, sementara tembakan terdengar secara acak.
“Ini bukan titik distribusi bantuan, ini perangkap maut,” ujar seorang pria. Rekaman CNN menunjukkan ribuan warga meninggalkan lokasi, sebagian membawa kantong plastik dan kotak kosong.
“Kami bahkan tidak bisa mendekati titik distribusi,” ujar Ghassan Eid Al-Aghan.
“Kondisinya mengerikan. Tembakan di mana-mana. Saya tak akan membahayakan nyawa saya,” ujarnya.
Banyak warga yang mengaku telah berjalan kaki sejak tengah malam untuk mendapatkan bantuan, namun pulang dengan tangan hampa.
Abdul Majid Al-Zayti mengaku berjalan selama tujuh jam namun tidak memperoleh apa pun.
“Saya orang tua, anak-anak saya kelaparan. Tak ada satu pun yang ingin membantu,” katanya.
Seorang warga yang tidak disebutkan namanya menuduh GHF meletakkan bantuan di atas beberapa papan kayu dan kemudian membuka gerbang agar massa berhasil.
GHF dibentuk di tengah tuduhan Israel bahwa Hamas menyalahgunakan bantuan kemanusiaan, meskipun Israel belum memberikan bukti publik.(Muh/*)
