Internasional

Israel Konfirmasi Kasus Hantavirus Pertama, Begini Gejalanya

12
×

Israel Konfirmasi Kasus Hantavirus Pertama, Begini Gejalanya

Sebarkan artikel ini
FOTO/REUTERS

posaceh.com, Jakarta – Israel melaporkan kasus pertama infeksi hantavirus setelah seorang pasien diketahui tertular virus tersebut usai melakukan perjalanan ke Eropa Timur beberapa bulan lalu. Kasus ini muncul di tengah sorotan global terhadap wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.

Media Israel, Maariv, melaporkan pasien mulai mencari pertolongan medis setelah mengalami gejala yang berkaitan dengan hantavirus. Identitas pasien, lokasi tempat tinggal, hingga rumah sakit tempat diagnosis dilakukan belum diungkap ke publik.

Melansir Jerusalem Post, Jumat (8/5/2026), hasil pemeriksaan antibodi menunjukkan pasien terpapar hantavirus. Untuk memastikan diagnosis, dokter kemudian melakukan tes PCR yang mendeteksi materi genetik virus dan hasilnya dinyatakan positif.

Pasien disebut berada dalam kondisi stabil dan tidak membutuhkan perawatan intensif maupun isolasi ketat. Kasus tersebut juga telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan Israel.

Meski menjadi kasus pertama yang terdeteksi di Israel, ini bukan pertama kalinya warga Israel diduga terinfeksi hantavirus. Sekitar satu dekade lalu, beberapa warga Israel juga sempat dicurigai tertular virus tersebut saat bepergian ke Amerika Selatan.

Namun berbeda dengan wabah di kapal MV Hondius yang disebabkan strain Andes dari Amerika Selatan, pasien di Israel diketahui terinfeksi strain Eropa.

Perbedaan ini dinilai penting karena strain Andes termasuk jenis yang lebih berbahaya dan dalam beberapa kasus langka bisa menular antarmanusia melalui kontak dekat berkepanjangan.

Sementara sebagian besar strain hantavirus lain di dunia umumnya menular dari hewan pengerat ke manusia. Virus ini menyebar melalui urine, feses, atau air liur tikus yang mengering dan terhirup manusia.

Paparan biasanya terjadi saat seseorang membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area tertutup yang pernah menjadi sarang tikus.

Penularan juga bisa terjadi setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata. Gigitan tikus juga dapat menjadi jalur penularan meski lebih jarang.

Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu biasa, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, muntah, diare, hingga nyeri perut. Namun pada beberapa strain tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi paru serius seperti sesak napas, batuk, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah rendah, hingga gangguan fungsi jantung.

Sementara strain yang banyak ditemukan di Eropa dan Asia dapat memicu sindrom perdarahan yang menyerang ginjal, menyebabkan tekanan darah rendah hingga pendarahan internal.

Hingga kini belum ada obat antivirus khusus yang terbukti efektif untuk sebagian besar kasus hantavirus. Penanganan medis difokuskan pada pemantauan kondisi pasien, pemberian oksigen, pengaturan cairan tubuh, dukungan fungsi ginjal, hingga perawatan intensif bila kondisi memburuk.

Di sisi lain, wabah hantavirus di kapal MV Hondius masih menjadi perhatian dunia. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Total terdapat delapan kasus terkonfirmasi maupun dugaan infeksi yang berkaitan dengan pelayaran tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut risiko penularan ke masyarakat umum masih rendah dan hingga kini belum ada bukti virus menyebar melalui kontak sehari-hari biasa.(Muh/*)