Internasional

Israel Dalang Penggulingan Presiden Suriah, Rebut Zona Penyangga Dataran Tinggi Golan

999
×

Israel Dalang Penggulingan Presiden Suriah, Rebut Zona Penyangga Dataran Tinggi Golan

Sebarkan artikel ini
Tank Israel menerobos zona penyangga Dataran Tinggi Golan di wilayah Suriah usai rezim Bashar Al Assad tumbang, Minggu (8/12/2024). FOTO/AFP

posaceh.com, Banda Aceh – Israel diduga sebagai dalang penggulingan Presiden Suriah Bashar Al Assad yang dipimpin kelompok milisi terkuat di Suriah, Hayat Tahrir Al Sham (HTS). Pemerintahan Presiden Suriah Bashar Al Assad resmi berakhir usai pasukan milisi merebut ibu kota Damaskus pada Minggu (8/12/2024) sehingga membuat Al Assad melarikan diri ke Rusia.

Penggulingan Al Assad ini dipimpin oleh HTS di Suriah yang telah menentang rezim Al Assad terutama sejak perang sipil berkecamuk di Suriah sejak 11 Februari 2011. Kelompok ini menjadi sumbu utama dalam kebangkitan faksi-faksi di Suriah hingga berhasil menggulingkan Presiden Al Assad yang telah memimpin negara itu sejak tahun 2000.

Menurut sejumlah pihak, aksi HTS menggulingkan Al Assad memiliki kaitan dengan Israel. Pasalnya, tak lama setelah Al Assad digulingkan, pasukan Israel melancarkan operasi ke wilayah perbatasan Suriah untuk merebut zona penyangga di Dataran Tinggi Golan. Zona penyangga Dataran Tinggi Golan didirikan berdasarkan perjanjian gencatan senjata tahun 1974 antara Israel dan Suriah, seperti dirilis CNN, Selasa (10/12/2024).

Israel merebut sebagian wilayah Dataran Tinggi Golan dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam. Suriah berusaha merebut kembali pada 1973 namun gagal. Oleh sebab itu, zona penyangga dibuat untuk memisahkan wilayah yang dikuasai Israel dan wilayah yang masih dikuasai Suriah.

“Saya memerintahkan [militer Israel] kemarin untuk merebut zona penyangga dan posisi komando di dekatnya. Kami tidak akan membiarkan kekuatan musuh apa pun membangun diri di perbatasan kami,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (8/12/2024) malam.

Sebelumnya, jet tempur Israel berulangkali menyerang fasilitas militer di Suriah, khususnya milisi dukungan Iran dalam beberapa tahun terakhir ini, dengan dalih melumpuhkan sekutu Iran itu, Hizbullah yang berada di Suriah. Dalam beberapa kesempatan, militer Israel ditempatkan di Dataran Tinggi Golan yang diprotes keras oleh Presiden Bashar Al Assad.

Seiring runtuhnya pemerintahan Suriah, Israel memanfaatkan kondisi untuk mencaplok seluruh wilayah Dataran Tinggi Golan dan sekitarnya, bagian dari rencana besar Israel, membangun Israel Raya yang melintasi beberapa negara Timur Tengah sampai Uni Eropa. Israel yang terus mendapat dukungan kuat dari negara adi kuasa Amerika Serikat tidak memperdulikan seruan PBB untuk menghentikan serangan ke Jalur Gaza, Palestina, Lebanon dan terakhir Suriah.

Sejumlah resolusi PBB yang diajukan sejumlah negara, seperti gencatan senjata di Jalur Gaza diveto oleh Amerika Serikat, sehingga rencana itu gagal. Begitu juga kutukan dari sejumlah negara Arab saat Israel menyerbu Suriah dianggap sebagai angin lalu. Itulah kondisi Israel yang mendapat dukungan AS tanpa henti dan tak terbatas, memanfaatkan kecanggihan teknologi militernya untuk menyerang negara tetangannya.(Muh)