Internasional

Iran Tangkap 10 Agen Diduga Mossad Israel di Azerbaijan

3024
×

Iran Tangkap 10 Agen Diduga Mossad Israel di Azerbaijan

Sebarkan artikel ini
MOSSAD Israel. ©blogspot.com

posaceh.com, Tehran – Sepuluh orang yang diyakini bekerja bagi badan intelijen Mossad Israel berhasil ditangkap pihak berwajib Iran di Provinsi Azerbaijan Barat. Kesepuluh orang itu didakwa melakukan operasi intelijen oleh Iran Senin kemarin.

Menurut laporan kantor berita Tasnim News Agency, orang-orang itu ditangkap saat melakukan operasi intelijen untuk mengetahui aktivitas pasukan Iran yang bekerja di wilayah Azerbaijan barat, Provinsi Teheran, dan Provinsi Hormozgan. Demikian dikutip dari The Jerusalem Post, Selasa (25/10/2022).

Kantor berita itu menjelaskan, kesepuluh tersangka melakukan kontak langsung dengan perwira-perwira Mossad. Mereka juga diketahui telah menculik, mengancam, dan memukuli pasukan-pasukan Iran untuk menggali informasi.

Agen-agen itu juga diyakini mencoba menculik dan membunuh beberapa anggota keamanan dan badan intelijen Iran, tetapi mereka gagal melakukan itu.

Mereka juga diketahui menerima bayaran dari Israel untuk melakukan misi-misi intelijen, seperti pembakaran mobil hingga perusakan rumah-rumah yang dimiliki oleh anggota badan keamanan Iran.

Empat tersangka itu dijatuhi hukuman “corruption on earth”, atau hukuman yang biasanya dijatuhkan pada pembangkang politik, perusak keamanan nasional Iran, dan komunitas LGBT.

Ini bukanlah kali pertama agen-agen Mossad Israel ketahuan melakukan operasi intelijen di Iran. Sebelumnya kantor berita Iran International melaporkan agen-agen Mossad Israel berhasil menculik dan menginterogasi anggota pasukan Iran.

Kedua orang yang diculik diyakini adalah perwira Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC), yakni Yadollah Khedmati dan Mansour Rasouli.

Kala itu agen Mossad Israel berhasil menggali informasi tentang Rasouli yang berencana membunuh seorang diplomat Israel, seorang jurnalis di Prancis, dan seorang jenderal Amerika Serikat (AS) di Jerman. Khedmati juga diketahui mengirim senjata ke Suriah, Irak, Lebanon, dan Yaman.

Di awal bulan ini, badan intelijen IRGC juga menangkap satu orang yang diyakini bekerja bagi badan intelijen Israel di Kota Kerman, Iran. Orang itu diyakini akan melakukan tindakan anti-keamanan di wilayah itu.

“Terdakwa telah melakukan beberapa perjalanan ke berbagai negara dengan tujuan mentransfer informasi dan pelatihan untuk tindakan anti-keamanan dan subversif melalui komunikasi dengan petugas intelijen, dan perjalanan terakhirnya adalah ke negara tetangga,” jelas Kepala kehakiman Kerman, Ebrahim Hamidi. (merdeka.com)