Internasional

Iran Minta Google-Microsoft Cs Bayar Biaya Lewat Selat Hormuz

29
FOTO/REUTERS

posaceh.com, Jakarta – Iran akan mengenakan biaya pada kabel internet bawah laut yang terbentang di bawah Selat Hormuz.

Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) seperti Meta, Google, Amazon dan Microsoft akan dikenakan kebijakan baru itu.

“Kami akan mengenakan biaya pada kabel internet,” kata juru bicara militer Iran dan Korps Garda Revolusi Islam, Ebrahim Zolfaghari, dikutip dari Ars Technica, Kamis (21/5/2026).

Namun belum ada penjelasan lebih lanjut soal cara Iran menerapkan biaya atau memberlakukan aturan baru tersebut.

Dua saluran media terkait pemerintah Iran, Tasnim dan Fars mengungkapkan proposal terkait hal itu yang lebih terperinci.

The Guardian yang mengutip laporan tersebut menyebutkan informasi itu berisi cara Iran mengenakan biaya lisensi pada perusahaan teknologi AS untuk penggunaan dan pemeliharaan kabel laut.

Laporan Tasnim menyebutkan pengenaan biaya lisensi untuk penggunaan kabel. Selain itu, laporan juga menyebut hanya Iran yang boleh memperbaiki dan melakukan pemeliharaan kabel bawah laut yang berada di Selat Hormuz.

Organisai penelitian telekomunikasi, TeleGeography mencatat kabel aktif yang berada di Selat Hormuz adalah untuk melayani negara-negara Teluk di kawasan sekitar. Beberapa di antaranya adalah milik FALCON dan Gulf Bridge.

CNN Internasional juga melaporkan mengenai media pemerintah Iran yang mengeluarkan ancaman terselubung soal kerusakan pada kabel bawah laut tersebut.

TeleGeography menambahkan lalu lintas data di Eropa dan Asia tidak akan terdampak dengan masalah yang terjadi di Selat Hormuz. Karena kabel laut untuk layanan di kedua benua terbentang di Laut Merah.

Namun Ars Technica mencatat keberadaan kabel laut di Laut Merah juga bukan tanpa masalah. Kabel laut di wilayah itu mengalami beberapa kerusakan dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya diperparah karena waktu perbaikan yang lama dan pemberontakan Houthi.(Muh/*)

Exit mobile version