POSACEH.COM, KOTA JANTHO – Banjir yang kerap terjadi setiap tahun menyebabkan dua gampong di kawasan Siron, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, terisolir karena akses jalan dan jembatan darurat yang sekama ini dipakai untuk menghubungkan daerah itu ke gampong (desa-red) lain dan ke kota Kecamatan tidak bisa dilewati.
Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Kuta Cot Glie (Ippermata) Kabupaten Aceh Besar, Munawir Saptar, melalui Media Aceh Pos, Minggu (12/4/2020), mendesak Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh untuk segera merealisasi pembangunan jembatan baru permanen di Gampong Siron Blang, Kemukiman Lamleuot Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Pasalnya, jembatan darurat kontruksi kayu sudah ambruk akibat diterjang banjir luapan air sungai pada hari Senin (6/4/2020) yang lalu.
Mengingat akses utama dua Gampong yaitu Gampong Siron Blang dan Gampong Siron Krueng, jadi akses sekarang bagi warga disana harus menempuh sekitar 4 KM dari jalan Waduk Keuliling yang tembus ke Gampong Bak Sukon dan Gampong Leupung Baleu untuk mencari akses jalan Banda Aceh Medan, lanjut Munawir.
Belum lagi saat warga di dua tersebut kondisi sedang sakit harus dirujuk ke Puskesmas atau RSUD, itu membutuhkan waktu yang lama dan melalui jalan waduk keuliling juga. Jika, nantinya saat aktif sekolah, anak-anak mulai SD, SMP dan SMA harus berputar lewat jalan yang sama.
“Oleh karena itu, kami dari Pengurus Ippermata berharap ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Aceh supaya jembatan baru segera dibangun. Sehingga nantinya dengan,” ungkap Munawir yang juga putra kelahiran Lambeugak itu.(Muklis)











