posaceh.com, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara optimistis, stabilitas makro ekonomi negara-negara Asia, termasuk ASEAN tetap tangguh di tengah pandemi Covid-19. Menyusul fokus pembangunan tidak hanya menekankan pada urusan ekonomi semata, melainkan juga investasi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkesinambungan.
“Saya meyakini di Asia, Asean bisa menjaga stabilitas makro ekonomi di tengah pandemi karena juga upaya meningkatkan sumber daya manusia dengan sangat fokus,” ucapnya dalam video conference, Sabtu (3/7/2021).
Dia mengungkapkan, dengan tersedianya sumber daya manusia yang kompeten, otomatis bisa memperkaya alternatif pemerintah dalam mengambil keputusan di saat situasi sulit. Termasuk dalam kondisi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Maka dari itu, kata dia, tren pembangunan dengan menekankan sumber daya manusia akan semakin digencarkan banyak negara di luar Asia. Mengingat, manfaat nyata terhadap ketahanan ekonomi makro.
“Ini pembangunan SDM kunci, dan kami observasi juga tetap sebagai kunci bagi negara di seluruh dunia. Apalagi, Asia capai ini dengan kecepatan unggul,” tekannya.
Presiden Jokowi Ingatkan Pembangunan Manusia Harus Ditunjang Sarana dan Prasarana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan perlunya penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. Sebab, fokus pemerintah pada pembangunan manusia 5 tahun mendatang, perlu dukungan dua hal tersebut.
“Saya tadi cek di sekolah (MTsN 3 Pekanbaru), ada toilet yang standarnya sudah minimal, saya cek airnya juga bagus. Karena 5 tahun ke depan kita ingin SDM dikembangkan, kalau tidak ada sarana dan prasarana tidak akan tercapai,” tuturnya di Riau, Jumat (21/2).
Oleh karenanya, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong percepatan rehabilitasi sekolah yang belum memadai.
“Saya harap ini menjadi langkah awal dan pemerintah bisa terus melakukan rehabilitasi di sekolah lain,” ujar Kepala MTsN 3 Pekanbaru, Darusman.
Adapun, pada 2019, pemerintah berhasil melakukan renovasi terhadap 1.671 sekolah dan madrasah, baik dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Untuk di Provinsi Riau sendiri, ada 164 sekolah yang telah direhabilitasi.
MTsN 3 Pekanbaru kini telah memiliki 28 ruang kelas, 3 laboratorium komputer, laboratorium IPA, laboratorium Bahasa, ruang pembinaan kompetisi sains dan ruang Bimbingan Konseling.
Sumber: merdeka.com











