Nasional

Implementasikan Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

18
×

Implementasikan Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

Sebarkan artikel ini
Foto bersama pada peluncuran Green Zakat, di Jakarta, Jumat (19/6/2026). FOTO/ HUMAS BSI

posaceh.com, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat peran keuangan syariah dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan melalui implementasi program Green Zakat. Melalui program Waste Management, BSI mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memberdayakan mustahik sekaligus mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset bernilai melalui Tabungan BSI Emas.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan Green Zakat merupakan bentuk inovasi pemanfaatan dana zakat yang tidak hanya berfokus pada aspek sosial, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui program Waste Management, kami ingin mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dikelola menjadi aset produktif yang memberikan dampak ekonomi bagi mustahik,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Program tersebut diresmikan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Iddy Muzayyad, Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro, National Project Coordinator UNDP Indonesia Made Dwi Rani, serta Pimpinan Ponpes Hafidz Indonesia Center Ustadz Bahrudin di Hafidz Center Indonesia, Bekasi, yang menjadi salah satu lokasi pilot project program tersebut.

Menurut Bob, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BSI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan keuangan syariah yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat menyalurkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis untuk dikelola dan hasilnya dikonversi menjadi tabungan emas. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki kesempatan membangun aset jangka panjang.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Iddy Muzayyad menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, Green Zakat menjadi model pemanfaatan zakat yang mampu mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.

“Program ini menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang inovatif. Selain membantu meningkatkan kesejahteraan mustahik, program ini juga berkontribusi dalam mengurangi permasalahan sampah dan mendukung keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Melalui implementasi Green Zakat, BSI berharap dapat memperluas dampak positif pengelolaan zakat produktif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.(Why/*)