Ikan Asin Kakap Jadi Oleh-oleh Primadona Khas Aceh Besar

  • Bagikan
Sanusi (46) salah satu pedagang Ikan asin di Gampong Layeun, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Minggu (14/05/2023). FOTO/ DJ88

posaceh.com, Kota Jantho – Siapa yang tidak mengenal ikan asin Kakap. Ikan asin yang satu ini boleh dibilang jadi primadona makanan khas masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Ikan asin Kakap masih menjadi buruan wisatawan, terutama yang datang dari luar daerah. Ikan asin Kakap banyak dijajakan di gerai lapak oleh-oleh di Gampong Layeun Kecamatan Leupung, Aceh Besar.

Nah, Apabila berkunjung ke Aceh, khususnya ke Kabupaten Aceh Besar rasanya belum lengkap apabila tidak membawa pulang oleh-oleh. Seperti ikan asin olahan tradisional masyarakat Gampong (desa-red) Layeun Kecamatan Leupung, yang kerap diburu masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar Aceh. Lokasinya terletak di pinggir jalan lintas Banda Aceh menuju pantai barat selatan Aceh. Pasar ikan laut ini dibuka mulai dari pagi hingga malam hari.

Menurut hasil penelusuran kembali posaceh.com, Minggu (14/05/2023), di salah satu lapak dagangan milik Sanusi (46) ia menyampaikan, biasanya saat perayaan lebaran, ikan asin olahan secara tradisional ini banyak diburu oleh masyarakat luar dari Malaysia, Medan dan Jakarta sebagai oleh-oleh khas dari Kabupaten Aceh Besar.

“Untuk jenis ikan asin yang dijual disini diantaranya ikan kakap, tenggiri, peda, kerapu, talang dan gurita, serta ada juga beragam jenis ikan teri tawar yang dijajakan seperi udang sabu,” jelasnya

Tampak Ikan asin Kakap hasil olahan secara tradisional yang dijual di lapak dagangan milik Sanusi (46) di Gampong Layeun Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Minggu (14/05/2023). FOTO/ DJ88

Lebih lanjut, Sanusi menjelaskan, Harga penjualan akan ikan asin ini beragam mulai dari 50-60 ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan ukuran ikan.
“Harganya tergantung ikan, bila ikan teri dan udang sabu harganya sekitar Rp 50-60 Ribu, bila ikan asin Kakap Rp 200 Ribu per ekor,” ujarnya.

Namun demikian, Ia menuturkan selama satu bulan terakhir ini, usaha dagang ikan asin mulai menurun dari para pengunjung karena faktor ekonomi masyarakat melemah, biasanya yang membeli ikan olahan ini sebagai oleh-oleh kebanyakan dari luar seperti Malaysia, Medan dan Jakarta dan masyarakat lokal.

“Faktornya karena ekonomi masyarakat lagi melemah. Tapi, meski peminatnya mulai menurun, pedagang tetap berusaha memasarkan ikan di lapak dagangannya. Karena, Biasanya pengunjung sedikit ramai membeli disana pada saat akhir pekan tiba,” tutupnya.(DJ88)

  • Bagikan