posaceh.com, Jakarta — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berencana menambah jajaran kendaraan hybrid di Indonesia.
Rencana tersebut disiapkan di tengah pembahasan pemerintah mengenai pemberian insentif untuk kendaraan berteknologi hibrida.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, produsen otomotif perlu menyesuaikan strategi bisnis dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
Sejalan dengan itu, Hyundai tengah menyiapkan produk baru di segmen hybrid.
“Kami pasti akan mengeluarkan produk-produk hybrid. Jadi, akan ada lebih banyak kendaraan listrik dan hybrid dari Hyundai,” ujar Frans dikutip Jumat (6/11/2026).
Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih menyusun rancangan insentif bagi kendaraan hybrid.
Cakupan kebijakan yang dibahas tidak hanya meliputi kendaraan hybrid konvensional, tetapi juga plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan range extended electric vehicle (REEV).
Pembahasan teknis mengenai rancangan insentif tersebut telah melibatkan sejumlah kementerian terkait.
Meski demikian, pemerintah masih menghitung besaran insentif yang akan diusulkan sebelum kebijakan ditetapkan.
Selain insentif fiskal, Kemenperin turut mengusulkan dukungan nonfiskal bagi kendaraan elektrifikasi.
Usulan tersebut mencakup pengecualian dari aturan ganjil genap, penyederhanaan proses administrasi, hingga penyediaan fasilitas parkir khusus.
Di sisi lain, Frans belum memerinci model hybrid terbaru yang akan dibawa Hyundai ke pasar Indonesia.
Saat ini, perusahaan telah memasarkan sejumlah kendaraan hybrid, di antaranya Santa Fe Hybrid dan Palisade Hybrid.
“Apakah nanti produknya berupa Stargazer Hybrid, Creta Hybrid atau model hybrid lainnya, teman-teman tunggu saja,” pungkasnya.
Untuk mendukung bisnis kendaraan elektrifikasi, Hyundai juga telah memiliki fasilitas produksi di dalam negeri.
Sejumlah model elektrifikasi perusahaan diproduksi di pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.
Dari sisi penjualan, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan ritel Hyundai mencapai 1.631 unit pada September 2026.
Jumlah tersebut meningkat 15,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan 1.412 unit pada September 2025.
Namun, pertumbuhan pada September belum mengubah tren penjualan Hyundai secara kumulatif.
Sepanjang Januari–September 2026, penjualan ritel perusahaan tercatat sebanyak 13.835 unit, atau turun 12,5% dibandingkan dengan 15.806 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.(Muh/*)
