Daerah

Hujan Mengguyur, Gampong Doy Ulka Rawan Genanggan

2284
×

Hujan Mengguyur, Gampong Doy Ulka Rawan Genanggan

Sebarkan artikel ini
Mobil dan Pengendara Sepmor melintasi genangan air yang kerap terjadi di Jalan Tengku Ade Utama Gampong Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, Jumat (27/1/2023) sore. FOTO/WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh – Akibat hujan terus mengguyur kawasan Banda Aceh, genangan air kerap terjadi di jalan Tengku Ade Utama Gampong (red-desa) Doy Kecamatan Ulee Kareng.

Hujan deras yang terjadi sejak pukul 15.00 WIB, Jumat (27/1/2023) dalam kurun waktu tiga jam genangan air di jalan tersebut sudah mencapai 10 hingga 15 cm. hal itu sebagaimana yang diungkapkan Marzuki, seorang pengelola usaha papan bunga yang berlokasikan di kawasan tersebut.

“Lokasi disini memang sangat rawan terjadinya air genangan, tidak perlu lama hujan mengguyur genangan di jalan itu tetap terjadi,” ucap Aduen Ki, sapaan akrab Marzuki, kepada posaceh.com, Jumat (27/1/2023) sore.

Ia menuturkan, selain itu tempat ia bekerja juga sering mengalami luapan dari kamar mandi. Akibatnya, ketika hujan mengguyur kawasan tersebut, pemantauan exstra harus dilakukan. Dengan melakukan pemantauan saluran pembuangan kamar mandi.

Tiga Pengendara Sepmor melintasi genangan air di Jalan Tengku Ade Utama Gampong Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, Jumat (27/1/2023) sore.
FOTO/WAHYU DESMI

“Saluran buangan kamar mandi sangat rawan terjadi luapan, kami setiap kali hujan turun langsung merasa was-was akan hal itu,” sebutnya.

Ia menceritakan, jika intensitas hujan tinggi terjadi, luapan dari pipa saluran buangan tersebut juga masuk dalam toko. Bahkan, barang rawan air sering rusak karena luapan tersebut.

“Kami sangat kewalahan saat hujan mengguyur, berbagai barang yang tidak boleh kenak air harus dipindahkan sesegera mungkin. Jika kami telat sedikit, kerugian juga dapat terjadi,” ujar Marzuki, yang telah lama bekerja di tempat usaha papan bunga itu.

Selain itu, sambung Marzuki, dari tahun ke tahun, dan hingga sampai saat ini, belum adanya penanganan terkait genangan air yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Kemungkinan terjadinya genangan air tersebut dikarenakan dua hal, hal itu dapat berupa dataran kawasan tersebut rendah, maupun saluran pembuangan (got) di kawasan tersebut mengalami sumbatan.

“Kami berharap pemerintah dalam hal ini Pemko Banda Aceh juga dapat menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin. Kami disini sudah kewalahan menghadapi hal semacam ini sejak beberapa tahun menempati kawasan ini,” pungkas Marzuki.

Hal senada juga diutarakan Safrizal, pengelola Warkop dikawasan itu, juga mengeluhkan air genangan yang kerap terjadi saat musim penghujan datang. “Pernah tahun lalu kami tutup akibat air genangan dibadan jalan masuk ke dalam warung. Nah agar jangan lagi terjadi perlu dicari permasalah dan diperbaiki got yang sumbat sepanjang jalan tersebut,” demikian harapnya.(Wahyu Desmi)