posaceh.com, Banda Aceh – Tim PSAB Aceh Besar Liga 4 melakukan uji coba dengan salah satu klub tarkam, Karya Utama di Kabupaten Aceh Besar pada Selasa (7/1/2025) sore. Pelatih PSAB Mukhlis Nakata menyatakan kurang puas melihat anak asuhnya dalam laga tersebut seusai berlatih selama delapan hari.
Pertandingan dilaksanakan di Lapangan Karya Utama Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar yang juga dipantau oleh Al Yunirun “Wahyu” Manajer PSAB. Laga yang dilaksanakan dalam tiga sesi ini dengan satu wasit berlangsung seru dan menarik, khususnya anak-anak PSAB saat mengolah bola.
Namun, seiring turun hujan pada malam sebelumnya, sebagian lapangan menjadi becek digenangi air, sehingga aliran bola kurang lancar, tetapi secara umum, laga sudah berlangsung baik. Para pemain PSAB yang diturunkan seluruhnya secara bertahap, mampu menunjukkan permainan yang menarik, khususnya dalam melakukan serangan.
Tak pelak, PSAB lebih banyak menguasai bola dibandingkan klub tarkam Karya Utama yang dihuni pria dewasa. Pada sesi 1 dengan waktu 30 menit, pemain PSAB berhasil menjebol gawang Karya Utama pada menit ke-17 melalui sundulan kepala seusai menerima operan lambung dari sayap kiri.
Permainan dari kaki ke kaki, operan lambung dari tengah ke sayap terus ditunjukkan pemain PSAB, bagian dari skema serangan yang direncanakan oleh pelatih Nakata. Naas, pada paruh sisi pertama, kiper PSAB mengalami cedera, seusai melompat menangkap bola dan terjatuh.
Kiper satu ini mengalami cedera di lutut, sehingga harus diganti dengan kiper lainnya. Dengan perawatan seadanya, dia berjalan ke pinggir lapangan untuk beristirahat. Pada sesi pertama, laga lebih dikuasai PSAB dengan skema serangan dari lini bawah diteruskan ke gelandang serang dan serangan dilakukan melalui sayap kiri dan kanan.
Tetapi, tidak ada gol lagi tercipta pada sesi pertama dan dilanjutkan dengan sesi kedua yang berlangsung selama 20 menit. Dengan sebagian pemain diganti, serangan tetap dilakukan dengan pola yang sama, sehingga mudah dibaca pemain Karya Utama.
Di tengah-tengah keasyikan menyerang, pemain PSAB dikejutkan dengan serangan balik cepat Karya Utama melalui sayap. Seorang pemain Karya Utama yang mencoba mengoper bola ke rekannya yang berada di mulut gawang PSAB, bola tersentuh kaki pemain PSAB, sehingga terjadi gol bunuh diri pada menit ke-42 dan skor berubah menjadi 1-1.
Mendapat angin segar, pemain Karya Utama kembali mencoba melakukan serangan ke area pertahanan PSAB selama beberapa menit, tetapi berhasil dihadang bek PSAB. Pemain PSAB yang terkejut, kembali mencoba skema serangan, tetapi juga gagal sampai sesi kedua berakhir.
Memasuki sesi ketiga, sebagian pemain kembali diganti dan pemain Karya Utama mengambil inisiatif serangan selama beberapa menit. Selanjutnya, pemain PSAB berhasil menguasai lapangan dan beberapa kali mendapat kesempatan mencetak gol, tetapi gagal.
Para pemain Karya Utama yang lebih banyak bertahan dan memilih serangan balik, juga memiliki sejumlah peluang, tetapi gagal dikonversi menjadi gol. Dalam arahannya saat istirahat, Nakata meminta anak asuhnya tidak menggiring bola terlalu lama, tetapi langsung dioper ke pemain lainnya.
Pada satu kesempatan, seorang pemain PSAB melarikan bola ke sisi kanan gawang Karya Utama dan menendang langsung ke gawang, namun melewati mistar gawang, padahal sudah ada rekannya menunggu bebas di mulut gawang. Atau, mencoba menerobos sendiri ke sisi kiri gawang, tanpa memperhatikan ada rekannya yang menunggu operan bola.
Secara umum, skema serangan yang dilakukan para pemain PSAB Liga 4 sudah apik dan baik, tetapi penyelesaian akhir buruk. Bagaimana tidak, jika seorang pemain PSAB sudah menusuk ke jantung pertahanan Karya Utama, tidak ada rekan yang membantu atau mencari celah kosong untuk menerima umpan.
Hal lainnya, ada keragu-raguan saat akan menendang bola ke arah gawang, sehingga bola berhasil direbut pemain Karya Utama. Sejumlah tendangan pemain PSAB lebih banyak meleset, baik dari area kotak terlarang, apalagi di luar kotak penalti atau juga tendangan ke arah gawang dapat dihadang pemain Karya Utama.
Pelatih Kepala PSAB, Mukhlis Nakata seusai laga mengakui kurang puas melihat anak asuhnya berlaga, khususnya lini depan yang harus diperbaiki. “Saya akan lebih memfokuskan pada sektor lini depan yang masih kurang tajam,” katanya.
Dalam laga tersebut, pemain PSAB berhasil menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal menyempurnakan peluang tersebut menjadi gol. Nakata mengakui untuk daya gedor serangan sudah baik, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi PR yang harus segera dituntaskan.
Dalam sejumlah latihan sebelumnya, melalui show game singkat, penyelesaian akhir selalu gagal menjadikan gol. Diharapkan, sebelum bertanding dalam laga resmi Liga 4 di Kota Sabang, striker PSAB akan selalu mampu mencetak gol, sehingga dapat terus melaju ke babak delapan besar yang direncanakan digelar di Kota Banda Aceh.(Muh)
