Nasional

Hari Raya Idul Adha Diprediksi Panas, BMKG Imbau Tetap Waspada Hujan Lokal

21
×

Hari Raya Idul Adha Diprediksi Panas, BMKG Imbau Tetap Waspada Hujan Lokal

Sebarkan artikel ini
Ilustasi dampai cuaca ekstrem di Jakarta. FOTO/detik.com

posaceh.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca pada Hari Raya Idul Adha berpotensi panas. Terutama di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau.

“Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian wilayah Indonesia, termasuk sebagian wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur diprakirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada periode Mei II-III 2026,” kata Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Meski begitu, Ida mengatakan tak semua wilayah akan sepenuhnya kering atau tanpa hujan.

Dia menjelaskan pada Dasarian III Mei 2026, yang bertepatan dengan periode Lebaran Haji, curah hujan di Indonesia diperkirakan terbagi menjadi kategori Tinggi 0,27%, Menengah 83,76%, dan Rendah 15,97%.

“Kategori tinggi (150-300 mm per dasarian) diprakirakan berada di sebagian wilayah Maluku, sedangkan kategori menengah (50-150 mm per dasarian) berada di sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua,” ujarnya.

“Dengan gambaran tersebut, cuaca pada 27-28 Mei 2026 secara umum berpotensi terasa cukup panas atau terik pada pagi hingga siang hari, terutama di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau,” sambungnya.

Namun, Ida mengatakan hujan lokal tetap berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari. Khususnya di wilayah dengan kelembapan tinggi atau kategori curah hujan menengah hingga tinggi.

“Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama pada periode Lebaran Haji,” ungkapnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem secara berkala melalui berbagai kanal resmi.

BMKG juga mengingatkan langkah antisipatif di lingkungan sekitar juga perlu dilakukan untuk meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.(Muh/*)