Ekbis

Harga Cabai Melonjak di Pasar Al Mahira Banda Aceh

974
×

Harga Cabai Melonjak di Pasar Al Mahira Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Yuddin sedang melayani pelanggannya di Pasar Al Mahira, Lamdingin, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (24/12/2024). FOTO/ILHAM RAMADANI

posaceh.com, Banda Aceh – Akibat kurangnya pemasok cabai dari berbagai daerah membuat harga Cabai melonjak di Pasar Al Mahira, Lamdingin Banda Aceh, mengakibatkan salah satu faktor naiknya harga cabai.

Yuddin pedagang pasar Al Mahira mengatakan, kurangnya pemasok cabai dari satu pekan yang lalu yang mendongkrak harga cabai. “Sudah sekitar seminggu yang lalu harga cabai naik. Dan jika kita lihat, pedagang memang tidak menyimpan cabai seperti bulan-bulan lalu,” ungkapnya di Pasar Al Mahira Lamdingin, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (24/12/2024).

Menurutnya, cabai sebagai bahan pokok masakan sehari-hari untuk menambah rasa pedas yang menggugah selera, namun kini mengalami kenaikan harga.

“Sekarang harga cabai merah dari Takengon Rp 38 ribu per kilogram, yang sebelumnya Rp 30 per kilogram. Sedangkan untuk harga cabai merah dari Blang Kejeren Rp 40 ribu per kilogram dari harga Rp 28 ribu per kilogram,” sebutnya.

Adapun harga cabai hijau yang juga mengalami kenaikan dari harga Rp 23 ribu per kilogram kini menjadi Rp 28 ribu per kilogram, sedangkan untuk harga cabai rawit kampung Rp 40 ribu per kilogram yang mengalami kenaikan dari harga Rp 35 ribu perkilogram.

Berbagai barang dagangan Yuddin di Pasar Al Mahira, Lamdingin, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (24/12/2024).
FOTO/ILHAM RAMADANI

“Termasuk harga cabai hijau, cabai rawit yang berasal dari perkampungan juga mengalami kenaikan. Kalau untuk harga cabai rawit bencong sekarang kita jual Rp 35 ribu per kilogram dari harga Rp 30 ribu per kilogram, lima ribu rupiah kenaikannya,” sebut Yuddin lagi.

Harga sayuran lain seperti kentang memiliki harga jual Rp 13 ribu per kilogram sebagai harga normalnya, untuk harga wortel memiliki harga jual Rp 12 ribu per kilogram dulunya, kini menurun menjadi Rp 8 ribu perkilogram. (Ilham Ramadani)