posaceh.com, Meulaboh – Harga beras premium di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan yang dipicu naiknya harga dari distributor dan berkurangnya pasokan akibat musim tanam itu berdampak pada aktivitas penjualan beli karena sebagian masyarakat mengurangi jumlah pembelian.
Pemilik salah satu depo beras di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Amiruddin, mengatakan kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh jenis beras premium yang dipasarkan.
Menurutnya, harga dari distributor terus meningkat sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
Amiruddin menyebut kenaikan harga berkisar Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per sak beras premium.
“Kalau untuk jenis premium ada kenaikan sikit, dari harga 235 menjadi 238 ribu. Untuk berbagai jenis sekitaran tiga ribu hingga empat ribu kenaikannya dalam per sak 14 kilogram ya,” ucapnya Sabtu (11 /7/2026).
Ia menjelaskan, meskipun sejumlah daerah penghasil beras sedang memasuki musim tanam, pasokan beras di tempat usahanya masih relatif stabil. Beras yang dijual berasal dari sejumlah daerah, antara lain Banda Aceh, Sigli, dan Kabupaten Nagan Raya.
Menurut Amiruddin, kenaikan harga beras premium diperkirakan masih akan berlangsung hingga September mendatang.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perkiraan musim panen baru yang akan berlangsung pada bulan tersebut sehingga pasokan belum kembali meningkat.
“Kemungkinan masih naik sampai September karena panennya diperkirakan baru mulai pada bulan itu,” ujar Amiruddin. Ia berharap kondisi distribusi dan produksi beras segera kembali normal agar harga di tingkat pedagang dapat stabil.
Amiruddin juga berharap pemerintah mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan stok dan mengendalikan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Menurutnya, stabilitas harga beras premium penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi tanpa membebani perekonomian rumah tangga.(Muh/*)











