Internasional

Hamas Masih Melawan, 160 Kendaraan Tempur Penjajah Hancur

1386

posaceh.com, GAZA – Perang darat yang dilancarkan pasukan penjajah Israel (IDF)terus mendapat perlawanan sengit dari kelompok Hamas di utara Gaza. IDF pada Sabtu mengumumkan kematian lima tentara selama pertempuran di Jalur Gaza sementara Hamas mengumumkan 160 kendaraan tempur IDF hancur.

Angka itu meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 43 sejak awal serangan darat. Media Israel Ynet melansir, empat tentara dari Batalyon cadangan 697 tewas akibat ledakan mematikan dari terowongan jebakan di sebelah masjid di Beit Hanoun. Pasukan yang melakukan serangan diketahui belum memasuki terowongan.

Selain itu, empat orang lainnya mengalami luka parah, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Seorang tentara lainnya tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza utara.

Abu Ubaida, juru bicara Brigade al-Qassam, mengatakan pada Sabtu bahwa lebih dari 160 kendaraan militer Israel, termasuk tank dan kendaraan lapis baja, telah hancur seluruhnya atau sebagian sejauh ini.

Berbicara dalam pesan yang direkam, dia menambahkan bahwa pejuang perlawanan Palestina telah menghancurkan 25 kendaraan militer Israel selama 48 jam terakhir saja.

Abu Ubaida mencatat bahwa rezim pendudukan tidak akan menikmati waktu tenang di Gaza, dan akan membayar harga yang mahal atas agresi daratnya terhadap wilayah yang diblokade tersebut.

“Pejuang perlawanan kami keluar dari bawah tanah, [dan juga beroperasi] di atas tanah dan dari bawah reruntuhan, dan menghancurkan kendaraan lapis baja dan tank (Israel),” kata juru bicara tersebut. Abu Ubaida menekankan bahwa tank-tank Israel menghadapi perlawanan sengit dari para pejuang Palestina, yang memaksa mereka mundur.

Juru bicara Brigade al-Qassam menambahkan bahwa pembantaian dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak, yang dilakukan di depan mata seluruh dunia, adalah satu-satunya pencapaian rezim Zionis dalam perangnya di Gaza.

Abu Ubaida menyimpulkan dengan menekankan bahwa pengorbanan besar yang dilakukan oleh para pejuang dan rakyat Palestina adalah awal dari kemenangan akhir. “Satu-satunya tujuan yang dicapai militer Israel adalah kekejaman dan pembantaian yang dilakukannya di depan seluruh dunia,” katanya.

“Musuh tidak akan menikmati satu hari atau satu jam pun ketenangan, dan akan menanggung akibat dari agresinya. Konfrontasi ini tidak seimbang namun mengerikan, dan menakutkan bagi kekuatan paling kuat di kawasan ini.”

Sementara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militer akan melanjutkan pertempurannya melawan Hamas di Gaza dengan “kekuatan penuh”. Hal itu merupakan penolakannya terhadap seruan internasional untuk gencatan senjata.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Netanyahu mengatakan gencatan senjata hanya akan mungkin terjadi jika Hamas membebaskan sekitar 240 sandera yang disandera dalam serangan terhadap Israel selatan pada 7 Oktober.

Pihak Hamas berulang kali menyatakan siap membebaskan sandera sipil namun dihalangi serangan Israel. Hamas melansir, puluhan sandera telah meninggal terkena serangan Israel sendiri di Gaza. Sementara tahanan dari pihak militer hanya akan dibebaskan Hamas dengan pertukaran ribuan tahanan di penjara-penjara Israel.

Netanyahu mengatakan Gaza akan didemiliterisasi setelah perang dan Israel akan “terus mengendalikan keamanan di sana”. Ditanya apa yang dimaksud dengan kontrol keamanan, Netanyahu mengatakan pasukan Israel harus bisa memasuki Gaza bila diperlukan untuk memburu para pejuang.

Posisi seperti itu tampaknya bertentangan dengan skenario pascaperang yang diajukan oleh sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat, yang mengatakan pihaknya menentang pendudukan kembali Israel atas wilayah tersebut.

Pada Jumat, pasukan Israel mengeklaim telah merebut pos-pos penting Hamas di Kota Gaza. Mereka juga mengeklaim telah melumpuhkan sekitar 150 anggota teroris saat pertempuran sengit berlanjut di dalam dan sekitar Kota Gaza antara militer dan orang-orang bersenjata.

Serangan darat Israel itu juga disertai serangan pada Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. Pengurus rumah sakit itu mengatakan pasukan Israel telah membombardir rumah sakit sejak Jumat. Mereka menyangkal klaim Israel bahwa ada pasukan Hamas beroperasi di dalam Israel. Israel agaknya hendak mengosongkan rumah sakit di utara Gaza agar lebih leluasa melawan Hamas.

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza – termasuk rumah sakit, tempat tinggal, dan rumah ibadah – sejak serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober.

Setidaknya 11.078 warga Palestina gugur , termasuk 4.506 anak-anak dan 3.027 perempuan. Jumlah korban tewas di Israel hampir 1.200, menurut angka resmi.

Exit mobile version