News

Hadapi Pilkada, FKUB Banda Aceh dan KIP Gelar FGD Kerukunan Umat

1226
×

Hadapi Pilkada, FKUB Banda Aceh dan KIP Gelar FGD Kerukunan Umat

Sebarkan artikel ini
Yusri Razali ketua KIP Banda Aceh sedang berbicara di Fokus Grup Discussion (FGD) FKUB di Gedung PSBB MAN Model, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (20/11/2024). FOTO/ILHAM RAMADANI

posaceh.com, Banda Aceh – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Banda Aceh tahun 2024, pada 27 November mendatang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengadakan Fokus Grup Discussion (FGD) untuk penganut agama-agama di Aceh, dengan tema melalui FGD pemuda masyarakat sadar kerukunan kita tingkatkan ketahanan dan kerukunan pemahaman serta sukseskan pemilu pilkada damai tahun 2024, di Gedung PSBB MAN Model, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (20/11/2024).

Turut hadir dalam mederasi beragama FKUB yang di hadiri ketua KIP Banda Aceh Yusri Razali, Kepala Kantor H Salman SPd MAg Kemenag Kota Banda Aceh, Kapolsek Kuta Alam T Irfansyah, Koramil Kuta Alam Deni Herianto dan pengurus-pengurus FKUB serta sejumlah penganut agama-agama di Kota Banda Aceh.
Ketua KIP Banda Aceh, Yusri Razali dalam sambutannya menyoroti kejadian ricuhnya debat calon gubernur dan wakil gubernur, yang di laksanakan pada selasa malam di Hotel The Pade,

“Kami sudah koordinasi dengan pihak keamanan jangan sampai terjadi, seperti kejadian tadi malam di debat gubernur Aceh, sangat malu kita seluruh warga Aceh,” ujarnya.
Menurutnya, dalam masa kampanye sampai pada tanggal 23 November nanti, bagi tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat, untuk mempelajari visi misi ataupun program kerja dan pasangan calon eksekutif.

Kapolsek Kuta Alam T Irfansyah, Koramil Kuta Alam Deni Herianto dan pengurus-pengurus FKUB serta sejumlah penganut agama-agama di Kota Banda Aceh sedang mendengar materi FGD di Gedung PSBB MAN Model, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (20/11/2024).
FOTO/ILHAM RAMADANI

“Jangan sampai tanggal 27 nanti tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sudah menyampaikan bahwa semua agama itu punya konsep dalam kepemimpinan kalau dalam Islam itu, kalau ada dua orang sedang mencalonkan diri itu berkewajiban untuk memilih yang baik,” terangnya.

“Memasuki hari-hari tenang pada tanggal 24- 26 November nanti, saya berharap dari tokoh-tokoh agama menghindari diri dari serangan fajar, sedekah subuh, karena banyak kata sebutan sekarang yang di ungkapkan atau sebut-sebutan istilah untuk memanipulasi suaranya,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Banda Aceh, Drs, Abdul Syukur MAg, mengatakan, pentingnya meningkatkan kerukunan umat beragama di Aceh sebagai profil toleransi Aceh terhadap agama-agama yang lain, sebagaimana orang-orang di luar Aceh mengenal Aceh sebagai wilayah syariat Islam terkuat namun bisa hidup berdampingan dengan agama-agama lain.

“Untuk meningkatkan norma-norma serta tingkah laku yang baik sudah seharusnya membaca kitab-kitab kepercayaan agamanya masing-masing, setelah membaca dipelajari, dipahami serta di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena saya yakin bahwa kitab-kitab itu menuntun menjadi lebih baik,” pungkasnya. Syukur. (Ilham Ramadani)