Nasional

H-1 Iduladha Pedagang Hewan Kurban Menjerit, Penjualan Turun 60 Persen

24
Temuan CNNIndonesia.com di lapangan pada Selasa (26/5/2026), penjualan hewan kurban mengalami penurunan hingga 40 persen dibandingkan Iduladha tahun lalu. FOTO/CNN Indonesia

posaceh.com, Jakarta – Sejumlah pedagang mengeluhkan angka penjualan  hewan kurban pada periode  Iduladha  tahun ini, karena menurun hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rerata pedagang mencatatkan penurunan penjualan pada H-1 Iduladha 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan temuan CNNIndonesia.com di lapangan, Selasa (26/5) penurunan terdalam mencapai 60 persen, seperti yang dirasakan oleh Dede, pedagang hewan kurban di Penggilingan, Jakarta Timur.

Dede mengungkapkan penjualan tahun ini turun drastis hingga 60 persen dari sebelumnya bisa terjual 40 ekor, kini hanya 16 ekor.

“Agak cemas saya ini mas, dari 2 minggu lalu sampe sehari sebelum Lebaran ini baru laku 16 ekor. Padahal kemarin (tahun lalu) alhamdulillah-nya laku 40 ekor,” ucap Dede.

Dede menyadari kondisi ekonomi masyarakat sedang lesu sehingga ia hanya mengirimkan kambing dari daerah asal Kuningan, Jawa Barat ke Jakarta dengan berat yang cenderung ringan. Ia menjual kambing dengan rentang harga Rp 3 juta hingga Rp 3,8 juta.

“Iya mungkin ekonomi orang-orang lagi turun kali ya, saya juga makanya ini siapinnya yang ukuran kecil-kecil saja, ya paling mahal harga Rp3,8 juta,” kata Dede.

Ia pun berharap penjualannya bisa meningkat di hari terakhir penjualan. Oleh karena itu, Dede tak perlu mengambil risiko mempertimbangkan biaya logistik apabila harus mengembalikan kambing yang tidak laku ke kampungnya.

“Ya biar enggak terlalu banyak biaya (logistik) buat kirim balik kambingnya ke kampung saya mas,” tambahnya.

Ada juga Kirtam, pedagang hewan kurban di Cipinang Melayu, Jakarta Timur Menyebutkan hingga sehari sebelum Lebaran hanya laku sekitar 50 ekor.

Padahal tahun sebelumnya ia bisa terjual hingga 70 ekor, dengan begitu terjadi penurunan penjualan sekitar 28 persen pada tahun ini.

“Penjualan turun sih sekarang (tahun ini), kemaren sampe H-1 bisa laku 70 (ekor), sekarang ya baru 50 (ekor) nih mas,” ungkapnya saat ditemui langsung CNNIndonesia.com , Selasa (26/5/2026).

Ia menjual hewan kambing jenis Jawarandu yang berasal dari daerah Jawa Tengah dengan kisaran harga mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 7 juta.

Meski begitu, Kirtam mengaku masyarakat lebih banyak membeli yang berkisar harga Rp 3 juta sampai Rp 4 juta.

“Kita sesuain sama kondisi sekarang juga sih mas. Jadi, emang nyiapinnya banyakan yang berat 30-an (kg) untuk harga Rp3 (juta), Rp4 (juta). Alhamdulillah , yang gede-gede udah pada abis sih mas,” terangnya.(Muh/*)

Exit mobile version