posaceh.com, New York City – Perang kata-kata antara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, berlanjut.
Mamdani menyebut Netanyahu sebagai “arsitek genosida”, setelah dirinya dituduh mendukung Hamas dan menghasut kerusuhan menargetkan warga Yahudi di New York.
Mamdani, seperti dilansir CBS News, Rabu (23/9/2026). menegaskan bahwa dirinya tidak menghasut kerusuhan yang menargetkan orang-orang Yahudi.
“Kita semua tahu bahwa apa yang disampaikan perdana menteri (Netanyahu-red) dalam video tersebut tidaklah benar,” kata Mamdani kepada wartawan pada Selasa (22/9/2026) waktu setempat.
Wali Kota New York berusia 24 tahun itu kemudian menyebut Netanyahu sebagai “arsitek genosida” terhadap rakyat Palestina.
“Hal yang sebenarnya kita ketahui sebagai kebenaran terkait perdana menteri adalah dia merupakan subjek perintah penangkapan Mahkamah PIdana Internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” sebut Mamdani merujuk pada Netanyahu.
“Dan, sebagai perdana menteri, dia adalah arsitek genosida mengerikan terhadap rakyat Palestina, dan bahwa baru beberapa hari lalu, militernya menewaskan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di lokasi yang dianggap zona aman di Gaza,” ucapnya.
Netanyahu sebelumnya merilis video di media sosial, yang isinya menuduh Mamdani sebagai pendukung Hamas, yang disebutnya sebagai teroris pembantai rakyatnya.
“Anda memalukan, Tuan Mamdani. Memalukan karena Anda mendukung monster teroris Hamas yang membantai rakyat kami,” ucap Netanyahu dalam pernyataan video yang diunggahnya.
“Anda memalukan karena menghasut kerusuhan yang menargetkan warga Yahudi New York,” tuding PM Israel itu terhadap Mamdani.
“Saya akan datang ke PBB. Saya akan mengungkapkan kebenaran tentang tentara-tentara kami yang heroik, dan saya juga akan mengungkapkan kebenaran tentang Anda,” tegas Netanyahu.
Pernyataan video itu dirilis Netanyahu menjelang kunjungannya ke New York untuk berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Perselisihan antara Mamdani dan Netanyahu berawal saat Mamdani, pada masa kampanye sebagai calon Wali Kota New York, menyatakan akan meminta Kepolisian New York untuk menangkap Netanyahu jika dia menginjakkan kaki ke kota tersebut. Mamdani terang-terangan menyebut Netanyahu sebagai “penjahat perang”.(Muh/*)











