Nasional

Gempa NTT Ganggu Distribusi Avtur, Pertamina Siapkan Jalur Darurat

12
FOTO/Dok. Pertamina Patra Niaga

posaceh.com, Jakarta – Pertamina Patra Niaga siagakan pasokan avtur di Bandara Komodo Labuan Bajo.

Hal ini dilakukan untuk mendukung operasional penerbangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) seiring pemulihan pascagempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bencana gempa di NTT telah berdampak pada jalur distribusi avtur menuju Aviation Fuel Terminal Komodo Labuan Bajo, baik dari jalur utama Fuel Terminal Reo maupun jalur alternatif dari Fuel Terminal Ende.

Untuk menjaga pasokan, Pertamina Patra Niaga kemudian menjalankan pola penyaluran darurat atau emergency supply dari Integrated Terminal Bima.

Pengiriman dari Bima ke Labuan bajo dilakukan dengan mobil tanki/bridger Avtur melalui jalur laut, sehingga memakan waktu lebih lama dari kondisi normal.

Menurutnya upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan energi penerbangan tetap terlayani di tengah kondisi jalur distribusi yang belum sepenuhnya pulih. Berbagai skema pasokan alternatif juga disiapkan untuk menjaga konektivitas udara.

“Dalam situasi pascabencana, konektivitas udara sangat mendukung pergerakan bantuan, personel kemanusiaan, pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, serta penerbangan komersial. Untuk itu, kami segera menyiapkan pola suplai alternatif agar layanan avtur di Labuan Bajo tetap berjalan selama jalur pasokan utama dalam proses pemulihan,” elas Kitty dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).

Bersama dengan itu, ia memastikan Pertamina Patra Niaga terus memantau pasokan dan stok avtur di Labuan Bajo serta bandara di sekitarnya.

Pengaturan ini akan terus disesuaikan selama masa pemulihan, agar kebutuhan penerbangan tetap dapat terlayani hingga jalur distribusi menuju Bandara Komodo Labuan Bajo kembali normal.

Selain itu, pihaknya juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) sebagai bentuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan avtur penerbangan menuju Labuan Bajo.

Dalam hal ini, pasokan dioptimalkan melalui penambahan volume pengisian avtur di bandara keberangkatan serta pemanfaatan bandara alternatif di Lombok, Kupang, dan Denpasar sesuai kebutuhan operasional.

“Sinergi dengan berbagai pihak terus kami perkuat selama masa pemulihan ini. Pengaturan kebutuhan avtur kami lakukan secara cermat dengan kondisi operasional penerbangan, termasuk mengoptimalkan pengisian dari bandara keberangkatan maupun bandara alternatif,” tambahnya.(Muh/*)

Exit mobile version