Daerah

Gempa Guncang Tapanuli Utara Sampai Malaysia, Jalan Lintas Tarutung-Sipirok Putus 

715
Jalan lintas Tarutung-Sipirok, Kecamatan Pahae Julu, putus total, seusai diguncang gempa kembar pada Selasa (18/3/2025). FOTO/ARSIP ISTIMEWA

posaceh.com, Medan – Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Selasa (18/3/2025) pagi. Gempa langsung memicu terjadi longsor di sejumlah titik yang merupakan kawasan pegunungan.

Bahkan jalan lintas Tarutung-Sipirok, Kecamatan Pahae Julu, putus total, seusai badan jalan amblas ke dalam tanah. Sehingga, sempat membuat arus lalulintas terhenti total.

“Jalan Nasional Tarutung-Sipirok akses jalan putus total tertimbun tanah longsor,” kata Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati saat diwawancara, Selasa (18/3/2025).

Sri menjelaskan longsor juga terjadi di jalan lintas di Desa Sitoluama. Saat ini, jalan tersebut hanya dapat dilalui satu kendaraan dan diberlakukan sistem buka-tutup.

“BPBD Kabupaten Tapanuli Utara telah berkoordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan yang terdampak bencana gempa bumi. Saat ini masih dilakukan pendataan untuk kerusakan yang terjadi akibat gempa,” ucap dia.

Terpisah, Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing mengatakan akses Jalan Tarutung-Sipirok kerusakan parah akibat gempa. Beberapa alat berat milik pemerintah Kabupaten Taput telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan longsoran.

“Beberapa titik jalan lintas Sumatera tertimbun tanah longsor tepatnya di Desa Hutabarat terdapat 2 titik dan Jalan Tarutung- Sipirok di Desa Lobupining, Kecamatan Pahae Julu tertimbun longsor,” ucapnya.

Walpon menambahkan Polres Tapanuli Utara bersama tim BPBD juga sudah berada di lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan fasilitas dan korban jiwa.

“Jumlah total kerusakan fasilitas umum dan pribadi yang terjadi akibat gempa tersebut masih sedang pendataan. Kepolisian saat ini masih di lokasi jalan yang tertimbun longsor. Kami mengimbau warga agar tetap waspada,” tutur dia.

Gempa kembar (double earthquake) mengguncang wilayah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (18/3/2025) pagi pukul 05.22 WIB.

Gempa tercatat berkekuatan Magnitudo 5,5 dengan kedalaman gempa dangkal, 10 km bawah bumi serta mekanisme sesar geser (strike-slip).

Sementara itu, warga di pesisir barat Malaysia ikut merasakan getaran gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,1 yang terjadi di pantai barat Sumatera Utara pada Selasa (18/3), pukul 06.22 waktu Malaysia (pukul 05.22 WIB).

Departemen Meteorologi Malaysia (MET Malaysia) mengatakan getaran gempa dirasakan warga di Perlis, Kedah, Penang, Perak, Selangor, Wilayah Persekutuan (WP) Kuala Lumpur, WP Putrajaya, Negeri Sembilan Utara, Melaka, dan Johor.(Muh/*)

Exit mobile version