Daerah

Gelombang Lewati Tanggul, Rumah Warga Pesisir Aceh Barat Terendam

24
×

Gelombang Lewati Tanggul, Rumah Warga Pesisir Aceh Barat Terendam

Sebarkan artikel ini
Seorang anak menaiki tanggul pengaman pantai saat gelombamg pasang di Gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (13/9/2026). FOTO/RRI

posaceh.com, Meulaboh – Tiga desa kawasan pesisir Kabupaten Aceh Barat dilanda banjir pasang air laut (Rob) pada Minggu (13/9/2026).

Gelombang tjnggi melewati tanggul pengaman yang telah dibangun kokoh oleh pemerintah di sepanjang garis pantai.

“Kejadian tadi pagi, mulai pukul 07.00 WIB air laut masuk ke rumah dan pasir diseret sampai dalam rumah,” ujar Afis, salah seorang warga Gampong Ujong Kalak, saat membersihkan material di rumah tempat ia tinggal.

Tiga gampong terdampak banjir rob akibat gelombang pasang yakni Gampong Pasir, Gampong Ujong Kalak dan Gampong Suak Indra Puri. Semua gampong ini masuk dalam Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Sementera itu Pj Keuchik Gampong Ujong Kalak, Agus Suwandi menyampaikan gelombang pasang juga membawa material pasir laut yang menimbun sejumlah bagian jalan dan rumah penduduk.

Ia mengatakan fenomena gelombang pasang tersebut terjadi hampir setiap tahun, terutama ketika terjadi perubahan arah angin yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai musim barat.

“Peristiwa seperti ini berlangsung setiap tahun, terutama saat terjadi pergantian arah angin yang disebut musim barat,” kata Agus Suwandi.

Menurutnya, kondisi gelombang pasang diperkirakan mencapai puncaknya pada Minggu hingga malam hari.

Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera meninggalkan rumah apabila ketinggian air laut semakin meningkat.

“Kita minta masyarakat waspada dan segera meninggalkan rumah apabila gelombang pasang semakin tinggi,” ujarnya.

Agus menjelaskan, pemerintah gampong telah menyiapkan tempat yang relatif aman dan berada sedikit jauh dari garis pantai sebagai lokasi evakuasi sementara.

Selain itu, warga juga dapat menggunakan surau sebagai tempat mengungsi sementara, terutama apabila gelombang pasang kembali masuk ke dalam rumah pada malam hari.

Ia menambahkan, tanggul pengaman yang selama ini berada di kawasan tersebut masih dalam kondisi aman, namun ketinggiannya dinilai belum maksimal untuk menghadapi gelombang pasang.

“Tanggul pengaman yang ada di sini masih aman, namun kurang maksimal atau kurang tinggi, sehingga gelombang pasang masih masuk ke rumah warga,” katanya.

Air laut yang masuk ke permukiman juga menyeret pasir dan menimbunnya di sejumlah titik, termasuk jalan serta halaman dan bagian rumah penduduk.

Pemerintah gampong bersama petugas dan masyarakat terus memantau kondisi di lapangan serta melakukan langkah-langkah darurat untuk mengurangi dampak gelombang pasang terhadap warga.

Menurut keterangan warga setempat, bencana dari laut terjadi musiman minimal 1 tahun sekali, yakni pada musim anggin barat.(Muh/*)