posaceh.com, Kota Jantho – Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Besar terus berupaya meningkatkan Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Kabupaten Aceh Besar, demi menunjang program tersebut, Dinsos Aceh Besar menggelar Rapat Koordinasi (rakor) dan peningkatan kapasitas SDM PKH yang terdiri dari Koordinator PKH, Administrator Pangkalan Data (APD) dan Pendamping Sosial di setiap Kecamatan mengikuti rapat koordinasi di Pantai Pasir Putih, Desa Lamreh Kecamatan Mesjid Raya, Minggu (28/11/21).
Rakor dilaksanakan berbarengan dengan perayaan maulid Nabi Besar Muhammad SAW, dan juga dibarengi kegiatan lainnya diantaranya kegiatan Tagana, dan Out Bound TKSK, SLRT dan PSM. Rakor diikuti 133 SDM PKH yang terdiri dari, dua orang Koordinator Kabupaten, dua orang penanggung jawab Administrator Pangkalan Data (APD) dan 129 pendamping Kecamatan.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh Besar, Bahrul Jamil, SSos MSi mengatakan, kegiatan ini merupakan penguatan bagi SDM PKH, agar kesejahteraan bagi masyarakat gampong dapat teratasi dengan baik. “Dalam kegiatan ini kita berikan pengetahuan terkait tugas dan wewenang dalam pendataan dan pendampingan penerima manfaat program PKH,” katanya.
Menurutnya, rakor ini mencari solusi terhadap setiap permasalahan dan keluhan masyarakat terkait PKH di Kabupaten Aceh Besar. “Tujuan utamanya mencari solusi setiap permasalahan terkait PKH, jadi kita bisa petakan, persoalan apa yang urgen untuk diselesaikan segera,” tutur BJJ, sapaan akrab Kadinsos Aceh Besar.
Ia menjelaskan, pemetaan permasalahan ini menjadi kunci sukses berjalannya program PKH di Aceh Besar. “Ini menjadi kunci sukses keberlanjutan program ini, Dinsos Aceh Besar ingin tahu apa saja kendala di lapangan, termasuk dengan kesejahteraan petugas sendiri, ini juga menjadi masalah yang harus ada solusi, agar mereka juga lebih bersemangat bekerja,” jelasnya.
Terkait kesejahteraan petugas PKH, BJ menuturkan, akan mencari solusi dengan segera, namun secara perlahan, karena persoalan ini butuh proses. “Kedepan kita upayakan semampu saya untuk kesejahteraan SDM PKH, kita upayakan, dan ini butuh proses perlahan lahan kita upayakan semampu saya untuk kesejahteraan SDM PKH, kita upayakan, dan ini butuh proses perlahan lahanedepan kita upayakan semampu saya untuk kesejahteraan SDM PKH, kita upayakan, dan ini butuh proses perlahan lahan,” tuturnya.
Ia menyebutkan, ada kendala proses penyaluran Bansos PKH di lapangan yang harus direspon segera, menurutnya, salah satu persoalan yang serius dan harus direspon dengan cepat ialah usulan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia (BSI) atau mobil keliling BSI di dua Kecamatan yaitu di Desa Leungah Kecamatan Seulimeum dan Kecamatan Pulo Aceh. “Karena itu bersifat mendesak, dengan tujuan untuk kelancaran proses penyaluran Bansos PKH bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di masyarakat dengan kategori akses wilayah sulit, untuk kita sudah surati pihak BSI untuk segera merespon hal tersebut,” terangnya.
Menurut BJ, mobil ATM BSI ini penting agar masyarakat tidak merasa susah dalam menarik uang bantuan PKH karena tidak adanya akses ATM di gampong tersebut. “Jangan sampai masyarakat berpikir dengan BSI ini bantuan PKH menjadi sulit, karena tidak ada pelayanan yang memadai bagi masyarakat,” tegasnya.
Hal tersebut juga menjadi perhatian bagi Manajer Branch atau Koordinator BSI Aceh Besar, Saifullah yang menjadi pemateri kedua, ia akan berkoordinasi dengan Kanwil BSI Aceh, juga berharap ke Dinsos untuk memberikan surat permintaan kepada BSI. “Benar, ini menjadi perhatian khusus bagi kami, saya minta Dinsos Aceh Besar mengirimkan surat permohonan mobil ATM dengan segera, agar bisa saya follow up ke Kantor Wilayah,” kata Saifullah.
Untuk hal lainnya, Saifullah mengatakan, sejauh ini layanan BSI untuk PKH baik-baik saja, sama halnya dengan sebelumnya. “Untuk pelayanan lainnya BSI tidak ada masalah terkait dengan program PKH ini, namun apa yang disampaikan tadi, terkait mobil ATM ini kita akan akomodir dengan segera,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Aceh, Faizin S.Psi, juga mengupas tentang kebijakan program PKH dan permasalahan KPM PKH yang tidak masuk di SP2D. “Terkait hal tersebut, kita akan segera mencari solusi terbaik,” jelasnya.
Ia berharap agar, ke depan SDM PKH di Aceh Besar, untuk tetap menjaga kekompakan tim dalam bekerja di lapangan. “Saya minta tim di lapangan tetap kompak dalam menjalankan tugas, komunikasi internal yang baik menjadi kunci sukses dalam penyaluran,” ungkapnya.
Koordinator PKH Aceh Besar, Muklis, S.Hum, mengicapkan, terima kasih atas kegiatan yang terlaksana dengan sukses, dan hari ini (Minggu-red) semua pilar sosial di Aceh Besar berkumpul disini (Pantai Pasir Putih) dengan satu tujuan. “Kita tetap kompak di bawah Dinas Sosial Aceh Besar, bersama kita wujudkan Aceh Besar yang sejahtera dan makmur,” ucap Muklis didampingi Rizwansyah S.PdI selaku Koordinator 2 PKH Aceh Besar.(Muiz)











