posaceh.com, Sabang – Wakil Ketua DPRK Sabang Albina Arrahman mengapresiasi langkah cepat Polda Aceh yang telah mencabut garis polisi atau police line di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2.
Pencabutan ini dilakukan setelah proses penyelidikan awal dinyatakan selesai sekaligus membuka jalan bagi armada kapal untuk kembali dipersiapkan melayani penyeberangan lintasan Banda Aceh menuju Sabang.
Albina menegaskan keputusan jajaran Polda Aceh tersebut menjadi kabar baik yang sangat dinantikan oleh masyarakat Sabang.
Selama ini warga Pulau Weh memang sangat bergantung penuh pada ketersediaan sektor transportasi laut sebagai akses jalur utama mobilitas harian.
Menurut politisi PKS itu, kehadiran kembali KMP Aceh Hebat 2 sangat krusial karena menjadi salah satu armada penyeberangan vital yang melayani mobilitas masyarakat umum distribusi arus barang pokok hingga penggerak roda aktivitas perekonomian wilayah.
Selain itu operasional kembali kapal penyeberangan tersebut juga sangat dibutuhkan mengingat animo angka kunjungan wisatawan ke Sabang sedang melonjak tajam terutama pada masa puncak libur sekolah saat ini.
Ketersediaan armada yang memadai dipastikan akan membantu menjaga kelancaran arus penumpang.
“Kami mengapresiasi Polda Aceh yang telah menyelesaikan proses penyelidikan awal sehingga kapal dapat segera dipersiapkan kembali untuk beroperasi. Tentu seluruh proses harus tetap mengutamakan aspek keselamatan pelayaran” ujar Albina Arrahman Jumat (3/7/2026).
Sebelumnya, garis polisi sempat dipasang ketat di area ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 sebagai bagian dari prosedur penyelidikan atas insiden ledakan kerja yang terjadi beberapa waktu lalu.
Sementara itu General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Persero Cabang Banda Aceh Andri Setiawan membenarkan bahwa KMP Aceh Hebat 2 saat ini sedang dipersiapkan secara intensif untuk bisa kembali mengapung melayani lintasan.
Ia menjelaskan secara keseluruhan kondisi fisik kapal dalam keadaan baik. Sejumlah kerusakan pada ruang mesin akibat dampak insiden ledakan juga dilaporkan telah selesai diperbaiki secara menyeluruh oleh tim teknis.
Meski demikian sebelum resmi kembali melayani pengangkutan penumpang kapal feri tersebut masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan teknis akhir oleh tim ahli berwenang guna memastikan seluruh standar kelayakan keselamatan pelayaran terpenuhi.
“Apabila hasil pemeriksaan menyatakan kapal laik laut maka KMP Aceh Hebat 2 akan kembali beroperasi melayani penyeberangan” kata Andri Setiawan .
Meskipun garis polisi kini telah dicabut, proses hukum atas insiden tersebut dipastikan masih terus berjalan.
Saat ini tim penyidik Polda Aceh masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Laboratorium Forensik atau Labfor terhadap komponen serta sistem kelistrikan di ruang mesin yang mengalami ledakan.
Hasil uji laboratorium forensik tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum utama untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi pada Jumat 12 Juni 2026 lalu sekaligus melengkapi berkas proses penyidikan yang masih berjalan di kepolisian.(Muh/*)
